Kemerdekaan Indonesia tidak akan datang tanpa usaha para pahlawan yang berjuang mati-matian di medan perang. Mereka melakukan apa saja dalam perang termasuk mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan di Indonesia. Usai Indonesia merdeka, para pahlawanmu pun mulai terlupa, beberapa yang memiliki nama besar diabadikan menjadi pahlawan nasional. Mereka yang hanya rakyat biasa akhirnya hidup menderita tanpa perhatian sama sekali dari pemerintah Indonesia.
Setali tiga uang dengan pahlawan yang berjuang melawan penjajah. Para pahlawan olahraga yang berjuang untuk Indonesia juga bernasib sama. Setelah menggondol medali dan dielu-elukan sebagai pahlawan, mereka harus hidup dengan kenyataan yang pahit. Jadi buruh cuci pun dilakukan untuk menyambung hidup. Oh ya, inilah para pahlawan yang kehidupannya sangat menderita itu.
Rohadi, Pahlawan yang Jadi Tukang Becak
Rohadi adalah seorang veteran perang yang perah ikut berjuang membela Indonesia di masa lalu. Saat itu, beliau ikut berperang di Sumatra untuk menjaga kawasan Tanjung Pinang setelah terjadi konflik berkepanjangan dengan Malaysia. Setelah menyelesaikan tugasnya itu, Rohadi kembali ke Semarang dan hidup dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.
Ellyas Pical, Pahlawan Olahraga yang Jadi Pelayan Kantor
Tidak ada yang meragukan kehebatan dari Ellyas Pical dalam hal tinju di masa lalu. Saat memasuki masa kejayaan, banyak stasiun TV menyiarkan pertandingannya yang super mengagumkan itu. Kehebatan dari Ellyas Pical pun membuat Indonesia mulai diperhitungkan dalam kancah kejuaraan tinju dunia meski akhirnya harus meredup dan kini hanya menyisakan asa kosong belaka.
Silam, Pahlawan yang Jadi Tukang Sapu
Tidak jauh beda dengan Rohadi, Nasib dari Silam yang dahulu berjuang untuk Indonesia juga sangat memprihatinkan. Beliau tidak mendapatkan tunjangan yang cukup dari pemerintah atas apa beliau perjuangkan di masa lalu. Setiap bulan, beliau yang sudah sangat renta ini hanya mendapatkan uang tunjangan untuk hidup kurang dari Rp1.000.000,00.
Lenny Haeni, Pahlawan Olahraga yang Jadi Buruh Cuci
Beberapa saat lalu, Indonesia baru mencetak sejarah dengan direbutnya emas olimpiade pada cabor bulutangkis. Para atlet yang mampu mempersembahkan emas itu akan diganjar uang tunai Rp5 Miliar dan Rp20 juta setiap bulannya. Sebuah tunjangan hidup yang besar meski harus berkebalikan dengan mantan atlet yang hidupnya serba kekurangan dan harus menjadi seorang buruh cuci.
Tidak semua orang bisa berjuang mati-matian seperti pahlawan yang telah disebutkan di atas. Melalui semangat mereka, bangsa ini bisa merdeka atau berjaya di kancah internasional. Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap mereka masih kurang sehingga nasib buruk selalu membayangi parah pahlawan ini. Semoga pemerintah sekarang lebih memperhatikan nasib mereka agar kehidupan yang lebih mudah bisa mereka dapatkan.