Tentang Nazi, mungkin kita sudah tidak perlu lagi membuka ensiklopedi atau sekedar googling untuk mencari tahu tentang organisasi satu ini. Ya, sudah begitu kuat menancap di pikiran tentang siapa mereka dan apa yang sudah dilakukan. Seperti yang kamu tahu, Nazi adalah pelaku atas kejahatan paling gila dalam sejarah. Salah satunya adalah membantai jutaan orang Yahudi lewat Holocaust yang fenomenal itu.
Nazi selalu identik dengan Hitler. Bagaimana tidak, kekasih Eva Braun tersebut adalah otak di balik organisasi ini yang secara tidak langsung bertanggung jawab atas semua kebengisan Nazi yang pernah terjadi. Eksistensi Hitler bagi Nazi sangat penting. Tapi, kebanyakan pria tersebut hanyalah konseptor dan pencetus saja. Sedangkan eksekutornya adalah para bawahan yang setia dan loyal itu.
Tak ayal, ketika Nazi jatuh tak hanya Hitler yang diburu tapi juga para bawahan yang juga tak kalah gilanya itu. Banyak pencarian para pelaku kejahatan berat ini dilakukan. beberapa berhasil ditemukan, namun tak sedikit pula yang mati lebih dahulu.
Dulu di masa kejayaan Nazi, organisasi ini banyak membuat semacam kamp konsentrasi untuk melakukan penyiksaan dan pembantaian terutama kepada Yahudi. Dari jumlah 6 jutaan Yahudi yang tewas itu, masing-masing disumbang oleh korban-korban dari kamp-kamp konsentrasi tadi. Salah satu yang terbanyak adalah kamp Sobibor yang ada di Polandia.
Csatary diketahui adalah seorang opsir polisi zaman Nazi. Ia bertanggung jawab atas upayanya membawa sekitar 15 ribu Yahudi ke Auschwitz yang kemudian disiksa atau dibunuh. Setelah Nazi hancur, Csatary melarikan diri dengan berpindah-pindah kewarganegaraan lantaran takut dihukum atas kejahatan berat yang pernah dilakukannya itu.
Pria bernama Vladimir Katriuk ini merupakan salah satu anggota dari satuan elit Nazi. Kiprahnya cukup bikin organisasi ini jumawa, namun tak dipungkiri ia juga sangat kejam. Di tahun 1943, Katriuk melakukan kejahatan gila yang diperbuatnya seorang diri. Ketika itu di sebuah desa bernama Khatyn, Katriuk membunuh sekitar 150 orang penduduk sipil di sana yang rata-rata adalah wanita dan anak-anak.
Banyak rumor beredar di luar sana yang menyatakan kalau Holocaust hanyalah propaganda Yahudi. Ada banyak bukti yang dibeberkan, termasuk ruang gas yang ternyata bukan untuk membunuh melainkan menghilangkan pakaian dari kutu. Alasan ini juga pernah dipakai oleh seorang mantan Nazi bernama Oskar Groenig ketika melakukan pembelaan diri pada sebuah sidang.
Nama Gerhard Sommer juga masuk dalah daftar anggota Nazi paling dicari. Sommer diduga melakukan kejahatan perang dengan memfasilitasi pembunuhan sekitar 560 orang penduduk sipil. Pria ini pun pernah ditangkap dan disidang. Namun, dibebaskan karena kurangnya bukti.
Mungkin banyak orang yang berpikir, “ah sudah tua, kenapa masih diproses pula hukumannya.”. Ya, memang sudah tua, tapi yang namanya keadilan harus tetap ditegakkan. Indonesia harusnya meniru ini. Tidak perlu segan menyinggung kasus lama yang tidak terpungkasi dan seret para tersangkanya. Keadilan bagaimana pun harus tetap diperjuangkan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…