Konflik antara Palestina dan Israel sudah berlangsung sangat lama dan tak kunjung usai. Lantaran adanya konflik itu sendiri, banyak korban jiwa dan kerugian yang diterima, terutama pihak Palestina. Semua terjadi karena aksi dari Israel yang membabi buta dan tidak peduli dengan nasib dari orang-orang Palestina yang ingin hidup damai.
Bicara soal Israel, memang negara ini dikenal erat dengan agama Yahudi. Namun siapa sangka kalau penentang segala aksi dan terbentuknya Israel itu sendiri ternyata malah berasal dari Yahudi pula. Ya, mereka adalah Neturei Karta, yang tetap gigih menolah zionisme. Lalu benarkah hal itu? Biar gak penasaran simak ulasan di bawah ini.
Kelompok Yahudi yang menentang Israel sejak awal bediri
Ketika sebuah negara didirikan, umumnya timbul suka cita dari seluruh rakyat. Berbeda dengan Israel, pasalnya saat awal berdirinya negara ini malah ada respon negatif dari sebagian pemeluk agama Yahudi. Mereka adalah Neturei Karta, pemeluk Yahudi ultra-Orthodoks yang menentang Israel dan gerakan zionismenya.
Sejak kapan dan dari mana berasal?
Lantaran sudah menentang terbentuknya Israel sejak awal berdiri, sebenarnya sejak kapan sih mereka ada? Dilansir dari laman Republika, Neturei Karta sudah berdiri sejak tahun 1938 di Yerusalem, Palestina, ketika masih berada dalam mandat Inggris. Sejak saat itu kelompok ini terus berkembang ke banyak negara dan terus berjuang menyuarakan protesnya.
Jadi orang penting di Palestina
Kedekatan Neturei Karta dengan warga Palestina sering kali ditemui. Hal ini karena mereka sama-sama menentang aksi-aksi yang dilakukan oleh Israel. Dilansir dari laman Grid, pada tahun 2008, kelompok ini masuk ke Gaza dan melakukan ‘Gaza Freedom March’ sebagai dukungan kepada pasukan Hamas supaya kembali berdaulat di Palestina.
Meminta petinggi Israel untuk diadili
Aksi yang sempat dilancarkan oleh Israel ke Palestina beberapa waktu yang lalu membuat Neturei Karta jadi geram. Oleh sebab itu, Rabbi Meir Hirsh salah satu tokohnya meminta agar politikus dan komandan militer di aksi itu untuk diadili di pengadilan internasional. Hal itu dianggap sebagai pelanggaran atas hak asasi manusia yang memakan banyak korban jiwa.
BACA JUGA: Alih-alih Benci dan Ingin Menghancurkan, 4 Kelompok Yahudi Israel Ini Justru Pro Palestina
Neturei Karta mungkin menunjukkan kalau tidak semua orang Yahudi setuju dengan berdirinya Israel. Bahkan sebelum negara lain menentangnya, mereka yang bagian dari komunitas Yahudi sendiri sudah menolak. Semoga keadaan di Palestina bisa aman kembali dan tak ada lagi konflik terjadi.