in

Ukir Hasil Buruk, Tim Milik Edy Rahmayadi Alami Kisah ‘Nahas’ di Kompetisi Indonesia

Seperti yang kita ketahui bersama selain menjadi ketua induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia, Edy Rahmayadi juga merupakan pemilik saham terbanyak klub PSMS. Tidak hanya itu saja, beliau kini juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Berkaca dari hal tersebut kata double abatan agaknya layak disematkan kepada mantan prajurit TNI tersebut. Kembali ke permasalahan PSMS, baru-baru ini klub Pak Edy tersebut sedang dalam kondisi tidak enak.

Bahkan ancaman turun kasta ke Liga 2 layaknya bom waktu yang siap meledakkan mereka kapan saja. Bila hal tersebut benar terjadi tentu akan membuat mereka goreskan sejarah ‘kelam’ sebagai kesebelasan dengan waktu singkat merasakan pagelaran kompetisi tertinggi Indonesia. Lalu seperti apakah nasib PSMS Medan? Temukan jawabannya di ulasan berikut ini.

PSMS kini bercokol di peringkat terbawah klasemen

Skuad PSMS [Sumber Gambar]
Nasib nahas klub berjuluk Ayam Kinantan ini sebenarnya sudah terlihat saat kita mengintip tabel klasemen Liga1 2018 pekan ke 28. Hal ini lantaran PSMS berada pada urutan terbawah dari 18 kesebelasan yang mengikuti kompetisi teratas Indonesia tersebut. Urutan yang juga menandakan apabila saat ini mereka berada di zona tidak aman. Seperti telah diungkapkan di awal tadi, bisa menjadi sebuah bom waktu yang meledakkan mereka kapan saja. Dengan sisa pertandingan berjumlah 6 kemungkinan untuk lolos dari tempat tersebut masih lah terbuka lebar, tapi asalkan mereka mampu menyambut laga-laga tadi.
Apakah mereka bisa? Hanya waktu bisa menjawab

Sudah menorehkan 16 kali kekalahan di kompetisi Liga 1

PSMS Vs PSIS [Sumber Gambar]
Apa yang diperoleh oleh PSMS saat ini adalah buah dari kegagalan mereka memenangkan beberapa laga. Dengan poin 27 mereka bisa dibilang hanya mencatatkan delapan kemenangan dan tiga kali hasil imbang saja. Berkaca dari perolehan poin yang minim itu, otomatis saat berita ini ditulis klub identik dengan warna hijau tersebut sudah mengantongi 16 kali kekalahan. Hasil yang membuat mereka kini juga telah kemasukan gol di gawangnya sebanyak 53 kali atau menjadi kesebelasan banyak dibobol oleh lawan di Liga 1.

Puasa kemenangan dalam dua pertandingan

Kalau menilik capaian PSMS di tiga pertandingan terakhir agaknya label ‘ngenes’ patut untuk disematkan kepada mereka. Pasalnya, dalam tiga laga tersebut mereka gagal memperoleh kemenangan. Bahkan beberapa waktu lalu juga merasakan pedihnya dihajar oleh Arema dengan skor 5-0. Tidak berhenti disitu saja, tim ini juga meneruskan hasil minor dengan sebelumnya juga harus menelan pil pahit dengan kalah telak di markas sendiri Stadion Teladan Medan. Hasil kurang baik ini juga masih berpotensi berlanjut, kalau kembali gagal tunjukkan performa bagus ketika meladeni Borneo FC yang terus tunjukkan grafik meningkat.

Telan lima kekalahan di kadang sendiri selama putaran dua

PSMS Vs Mitra [Sumber Gambar]
Selain beberapa hal tadi, nasib ‘apes’ tim ini juga ditunjukkan dalam masalah kekalahan di kadang sendiri. Tercatat hingga artikel ini dituliskan, selama putaran kedua mereka sudah rasakan 5 kali kekalahan di markas sendiri. Seperti salah satunya kala menghadapi Persib Bandung, PSMS harus merasakan kekalahan telak 3-0. Apalagi bila trend negatif ini terus berlanjut akan sangat mungkin bila Tim yang sempat mengalahkan Ajax ini akan kembali ke kasta kedua. Saat ini PSMS menyisakan 3 pertandingan kandang.

Melihat terseok-seok PSMS, tentu menjadi pemandangan yang aneh. Pasalnya, sebagai klub dengan sejarah besar mereka seharusnya bisa catatkan hasil dari pada hal ini. Apakah ini ‘azab’ dari double jabatan, tentunya bukan. Pergantian pelatih dan kurang stabil-nya permainan menyebabkan mereka kini mulai ukir hasil-hasil minor. Besar harapan jika Ayam Kinantan mampu bangkit.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Kisah TKI Tuti Tursilawati yang Dieksekusi Arab Saudi Tanpa Permisi ke Pemerintah Indonesia

4 Hal Ini Jadi Bukti Bahwa Pernikahan Bunda Maia Bikin Bahagia se-Indonesia Raya!