Fenomena tentang kurang ajarnya murid kepada guru mulai terjadi lagi. Kali ini terjadi di salah satu SMA di Ngawi yang bikin geregetan para netizen. Dinukil dari akun facebook Yuni Rusmini, ada dua siswa yang main kuda-kudaan di kelas saat guru menerangkan pelajaran. Disusul dengan satu siswa yang ikut dengan aksi main-main kedua temannya.
Perbuatan mereka pun akhirnya dihentikan oleh sang guru. Dan pria berbaju merah tersebut langsung menyuruh mereka bertiga untuk mengikuti pelajaran kembali. Kalau sudah begini, apa yang Sahabat Boombastis pikirkan?
Tentunya tak jauh-jauh dari kata kurang ajar. Di mana guru masih sedang serius mengajar, namun sang murid terlihat mengindahkan. Jika siswa tersebut hanya diam sih tak masalah. Tapi ketiga murid tersebut malah bertindak di luar batas. Parahnya mereka melakukan hal itu tanpa rasa bersalah sekalipun.
Sebenarnya hal ini sangat sepele, tapi jika tidak ditindaklanjuti malah semakin parah. Sebab, ini berhubungan dengan etika dari anak-anak itu sendiri. Jika kelakuan mereka sudah terlanjur tersebar ke dunia maya seperti peristiwa ini, maka yang malu bukan si murid saja. Namun nama sekolah dan juga orangtua. Keduanya dianggap tidak becus mengajarkan siswa-siswa tersebut untuk berlaku sopan kepada gurunya. Padahal, belum tentu itu salah dari sekolah atau orangtuanya.
BACA JUGA : Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan
Sekolah memang tempatnya untuk belajar. Tapi tidak sekedar belajar tentang materi saja, namun juga untuk semua hal. Seperti bertutur kata dan juga sopan santun kepada siapa saja. Jadi hal seperti ini tidak sepantasnya terjadi di dunia pendidikan. Alangkah lebih baik jika para murid yang perbuatannya sudah kelewat batas untuk diberi hukuman setimpal. Tak hanya mengucapkan kata maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.