Guru adalah profesi yang seharusnya dihormati oleh semua orang. Itu karena guru merupakan sebuah pekerjaan yang sangat mulia dan tulus. Buktinya saja ia rela mengajar anak orang lain tanpa mengeluh. Dan terkadang di beberapa tempat, banyak guru yang ikhlas untuk tidak dibayar sepeserpun walaupun ia sudah mengajar bertahun-tahun lamanya. Tapi sayangnya, banyak orang yang menyepelekan guru terutama murid-murid yang diajarnya.
Entah kenapa banyak siswa di zaman sekarang yang sangat kurang ajar kepada gurunya. Tingkahnya yang nggak sopan dan berani melakukan hal yang tidak pantas, dianggap urusan sepele. Dengan begitu, mereka membuktikan kalau dirinya itu keren. Seperti beberapa kasus yang ada di Indonesia ini, murid-murid berlaku seenaknya kepada sang guru.
Kejadian tragis ini berada di Sampang, Madura. Ini berawal ketika murid yang bernama HI tidur di kelas. Akhirnya sang guru yang bernama Budi mencoret wajah HI dengan spidol hitam. Perlakuan mencoret wajah itu dilakukan agar muridnya tersebut bangun dari tidurnya dan mengakui kesalahannya. Tapi apa yang diharapkan Budi salah besar, ia malah dihantam oleh siswanya itu. Mengalami peristiwa yang menyakitkan itu, Budi sebagai guru hanya diam saja. Ia tak mau memperpanjang masalah. Berbeda dengan HI yang masih menyimpan dendam di hatinya, ia menunggu gurunya tersebut di pinggir jalan dekat sekolah.
Memang ada-ada saja kelakuan remaja labil sekarang ini. Seperti kisah yang terjadi di Tangerang tahun 2015 lalu. Peristiwa keji ini berawal dari AFP si tersangka kesal terhadap Muryana sang guru yang sering memarahinya di depan teman-temannya. Sebenarnya Muryana memarahi AFP bukan tidak ada alasan, ini dilakukan karena muridnya tersebut sering terlambat masuk sekolah dan malas-malasan untuk belajar.
Di SMK Negeri 2 Makassar terjadi percekcokan hebat antara guru dan orangtua murid. Ini semua berawal dari seorang murid yang nggak terima dimarahi oleh gurunya karena tak mengerjakan tugas. Setelah dimarahi, siswa itu melaporkan kejadian sepele tersebut kepada sang ayah (Adnan). Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, Adnan langsung menghampiri guru tersebut ke sekolah.
Lagi-lagi emosi remaja yang nggak bisa dikontrol. Seorang siswa yang berinisial AD tega menganiaya guru perempuannya yang bernama Osi Wulandari di daerah Kerkap, Sumatera Selatan. Hal ini dilakukan siswa tersebut karena ia ditegur pada saat duduk di atas meja selama pelajaran berlangsung.
Peristiwa yang bikin geram ini terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Kejadian ini bermula ketika Lutfi sang murid dipotong rambutnya oleh Yoga wali kelasnya. Siswa tersebut merasa kalau rambutnya belum panjang, tapi gurunya tetap kekeuh untuk memotongnya. Merasa tak adil, akhirnya Lutfi mengadu kepada sang kakak.
Entah apa sebenarnya yang dipikirkan oleh anak-anak yang tega menganiaya guru mereka sendiri. Padahal guru menegur karena pasti ada tujuannya. Semoga kejadian ini tak terulang kembali. Dan bagi kalian yang masih sekolah, ayo hormati gurumu dan jangan pernah membuat pendidikmu itu marah.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…