Ada sebuah ungkapan, “yang klasik itu lebih asik”. Mungkin ada benarnya juga ungkapan tersebut bila kita mampu menilik motor-motor kuno zaman dahulu, terlebih motor yang sudah “berkeliaran” di tanah Indonesia sebelum merdeka. Dari berbagai bukti, baik berupa fisik motornya, foto lawas dan catatan-catatan yang dibuat oleh orang Belanda, ternyata bangsa Belanda selama menjajah Indonesia juga memiliki hobi menunggangi si kuda besi.
Di zaman itu, ketika sepeda motor ini pertama kali berjalan di Hindia Belanda, tentu membuat bangsa pribumi terkagum. Karena bukan ditarik dengan tali maupun ditarik binatang, sepeda ini bisa berjalan sendiri dengan teknologi yang baru pertama diketahui saat itu. Nah, seperti apa motor-motor kuno sebelum era kemerdekaan itu? Supaya tidak penasaran, berikut kami ulas 6 motor klasik yang pernah “berkeliaran” sebelum Indonesia merdeka.
J.C. Potter sebenarnya bukanlah sebuah merek motor. Sebab motor yang ditemukan di Indonesia dengan tahun produksi 1898 ini ditemui tanpa merek dan hanya meninggalkan nama pemiliknya, J.C. Potter. Motor buatan Jerman ini, dipesan langsung oleh J.C. Potter ke pabriknya di Muenchen, yakni Hildebrand und Wolfmuller.
Motor jenis De Dion Bouton Tricycle merupakan motor yang pernah menjadi tren di masanya. Tercatat, motor jenis ini pernah terjual sebanyak 15.000 unit yang tersebar di seluruh dunia. Uniknya, De Dion Bouton Tricycle sebenarnya dibuat pertama kali oleh Jules-Albert de Dion tahun 1882 berfungsi sebagai motor penarik penumpang, bukan untuk motor pembonceng.
Salah satu motor klasik yang pernah terlihat di Indonesia adalah jenis motor Ariel yang diketahui keberadaannya di tahun 1902. Ariel Motorcycles merupakan perusahaan motor yang didirikan oleh James Starley dan William Hillman. Motor pertama keluaran pabrikan ini mulanya juga beroda tiga dengan memanfaatkan mesin dari De Bion Bouton yang bermesin listrik dengan tenaga 2,25 hp.
Tidak banyak catatan yang memberikan informasi soal Motor Reading Standard. Namun, motor ini merupakan salah satu produk pabrikan di mana Charles Gustafson bekerja. Gustafson sendiri adalah seorang desainer motor terkemuka di zamannya. Setelah resign, Charles Gustafon tercatat bekerja pada Indian Motorcycles pada tahun 1909.
Excelsior merupakan produsen pertama motor di Inggris yang dikenal suka memproduksi motor berkecepatan tinggi. Dengan kualitas yang ditawarkan, wajar jika Excelsior kemudian mematok harga yang tinggi untuk motor-motornya. Saat itu, Excelsior juga menjadi salah satu produsen motor sport yang legendaris.
Perusahaan motor Harley Davidson merupakan salah satu raksasa perusahaan motor terbesar di dunia menyaingi pabrikan Indian Standard dan Henderson. Perusahaan yang didirikan tahun 1903 oleh William S. Harley ini mencatatkan diri pernah menjual 1,5 juta unit dalam Perang Dunia I untuk digunakan oleh tentara Amerika sebagai motor militer pada tahun 1917.
Nah, itulah 6 motor klasik yang pernah “berkeliaran” sebelum Indonesia merdeka. Biasanya, motor-motor tersebut hanya dimiliki oleh orang Belanda, tapi ada catatan juga yang mengatakan kalau orang-orang ningrat juga memilikinya. Menariknya, sepeda motor ini saat itu sudah menjadi komoditi tersendiri di Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari berbagai iklan sepeda motor yang terpampang di koran ketika itu. Tak heran kan jika saat ini jalanan Indonesia juga dipenuhi sepeda motor? Karena zaman penjajahan pun memiliki sepeda motor sudah menjadi budaya tersendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…