Ngerinya Scaphism [Image Source]
Di antara banyak metode eksekusi kuno yang pernah ada, Scaphism mungkin bisa dibilang yang paling aneh. Di satu sisi hukuman ini terlihat biasa-biasa saja, tapi di sisi lain Scaphism menunjukkan kengerian yang nggak karuan.
Tak seperti hukuman Five Pains ala Tiongkok kuno atau menggunakan alat pencakar seperti di Spanyol, Scaphism lebih humanis pada awalnya. Namun, makin ke sini hukuman tersebut akan memberikan rasa sakit yang luar biasa. Sebagai sedikit gambaran, bayangkan tubuhmu digerogoti oleh ulat-ulat dan juga serangga-serangga lainnya. Seperti ini lah sedikit kengerian Scaphism. Hukuman ini sendiri dijalankan pada masa Persia kuno.
Scaphism nggak hanya jadi metode eksekusi ngeri, tapi ia juga mengusung sebuah nilai. Ya, ketika seseorang dihukum dengan metode ini maka ia bisa dibilang seburuk-buruknya manusia. Lebih dalam soal hukuman ngeri itu, berikut adalah fakta-fakta tentang Scaphism.
Scaphism pada awalnya dilakukan dengan cara-cara yang bisa dibilang nggak terlalu menyakitkan, apalagi kalau kalau dibandingkan dengan metode eksekusi keji lainnya. Di tahap awal, si terdakwa mati hanya akan ditelanjangi lalu kemudian diikat di atas sebuah perahu kemudian dihanyutkan di sebuah danau yang airnya tenang.
Scaphism tentu nggak sebatas ini, setelah tahap awal selesai barulah kengerian sebenarnya dari hukuman ini terlihat. Hal tersebut diawali dari satu persatu serangga yang berdatangan dan mengerumuni si terdakwa. Serangga-serangga ini nggak hanya menghisap madunya, tapi sesekali juga menyuntikkan sengat-sengat menyakitkannya.
Tahap akhir dari hukuman ngeri ini adalah munculnya ulat-ulat di sekujur tubuh korban. Ratusan mungkin ribuan ulat-ulat akan menggerogoti tiap jengkal dari tubuh si korban sampai benar-benar nggak bersisa. Ngerinya lagi, proses ini terjadi ketika si terdakwa masih hidup.
Scaphism dalam sejarahnya digunakan sebagai metode eksekusi untuk kesalahan-kesalahan yang sangat berat. Entah aksi kriminal gila atau kesalahan yang berhubungan dengan kerajaan, entah berkhianat dan sebagainya. Mereka yang terbukti melakukan hal-hal ini jelas akan dikenai hukuman ngeri tersebut.
Nggak hanya dipakai oleh kerajaan Persia, hukuman satu ini dipercaya juga pernah digunakan oleh KGB, si badan intelijen Uni Soviet. Tujuannya sih bukan untuk mengeksekusi tapi agar si tawanan mau buka mulut akan sebuah informasi. Cara ini diketahui cukup berhasil mengingat dampak psikologisnya yang mengerikan.
Scaphism mungkin nggak terlalu menyakitkan awalnya, bahkan bisa dibilang menyenangkan karena diberi makan madu. Tapi, makin ke sini hukuman satu itu semakin menyakitkan. Hingga akhirnya membuat si korban mati dengan cara yang sangat buruk. Untungnya, hukuman satu ini sudah berakhir seiring dengan runtuhnya Persia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…