“Masa muda masanya berapi-api,” begitulah senandung Bang Rhoma dalam menggambarkan darah pemuda yang tengah bersemangat menjalani hidup mereka. Tak hanya soal karir, mereka juga dimabuk asmara yang tengah menggila di usia 20-an. Sayangnya, gejolak jiwa di usia tersebut kadang ditanggapi terlalu cepat oleh sebagian dari mereka. Well, salah satunya dengan memutuskan menikah terlalu dini!
Tak ada yang melarang menikah di usia muda. Namun mengingat semua resiko dan pertimbangan ke depannya, bukankah seharusnya menunggu waktu yang lebih matang untuk membina keluarga? Karena cinta tak selamanya membawa rumah tangga mulus hingga maut memisahkan bukan? Jika kalian sudah kepikiran menikah muda, mungkin sederet alasan ini bisa jadi pertimbangan untuk menunda pernikahan kalian deh. Intip lebih lengkap yuk!
Sudah yakin melepas masa lajang?! Maka pikirkan jika waktu senang-senangmu dengan diri sendiri alias me time bakal terbatas. Yup! Kehidupan yang kamu miliki seutuhnya bukan lagi tentang dirimu sendiri bukan? Ada lelaki tersayang yang akan selalu bersamamu dalam suka dan duka, belum lagi bayi mungil yang akan menambah bahagiamu di kehidupan yang baru. Kamu mungkin bisa bersenang-senang satu dua kali, tapi takkan lagi sama dengan kehidupanmu dahulu.
Memulai hidup baru dalam payung pernikahan nyatanya tak hanya mempersatukan dua pengantin yang saling mencintai. Namun juga kedua keluarga yang pada awalnya tak pernah terhubung. Oleh karenanya, akan muncul banyak orang baru yang berhubungan dengan hidupmu dan kalian akan menjadi keluarga.
Untuk poin yang satu ini sepertinya kalian sudah paham banget! Karena setelah menikah, seolah tak ada lagi pembatas antar pasangan. Segala hal menjadi milik bersama, mulai dari perabotan hingga tabungan. Bagi sebagian orang, ini bukan hal besar. Tapi bagi kalian para tipe individual, hal di atas sepertinya sedikit mengganggu.
Itu benar! Memulai hidup baru dengan pasangan dan membentuk keluarga kecil sendiri, maka bersiaplah untuk mengurangi budget hura-hura yang kamu miliki! Tanya kenapa? Well, uang adalah pondasi yang membuat kondisi rumah barumu stabil. Tanpa uang, bisa dipastikan akan banyak perdebatan dan hal-hal buruk lainnya akan terjadi kemudian.
Saat membentuk keluarga, ada tangga prioritas yang musti kalian perhatikan! Dimana kesenangan pribadi berada di bawah segala keperluan rumah tangga. Mulai dari beli beras, susu anak, sampai dana emergency yang harus siap sedia untuk jaga-jaga di waktu yang tak terduga. Yang jadi korban, ya budget hura-hura yang kalian miliki.
Bersiap dengan kemungkinan terburuk, saat pasanganmu berubah menjadi individu yang tak kalian kenal! Saat pacaran, dia mungkin orang tersabar, paling manis dan tahu apa yang kamu mau. Tapi saat sudah menikah, perlakuannya bisa saja berubah. Dalam beberapa kasus, mereka yang sudah menikah akan menunjukkan karakter asli mereka. Tak ada lagi perkara jaim pada pasangan! So, be aware guys!
Meski kita tidak tahu bagaimana mendeteksi tanda-tanda ‘bunglon’ ini bakal terjadi, setidaknya kalian musti bersiap bagaimana menangani kemungkinan terburuk ini nantinya. Setidaknya jangan kaget, kalau pasangan ternyata tak sesabar saat kalian masih pacaran!
Tak pandang lelaki atau wanita, curhat memang jadi satu agenda yang kerap mereka lakukan. Saling bercerita tentang masalah dan hal yang mengganjal di kehidupan masing-masing, Itu sih boleh-boleh saja. Tapi setelah menikah sepertinya kalian musti mengurangi hal tersebut. Karena, meskipun kamu curhat tentang pasanganmu itu berarti kamu membuka aibmu sendiri. Karena dia sekarang adalah bagian dari hidupmu!
Apalagi kalau curhatnya sama lawan jenis, hati-hati terjebak zona nyaman deh! Jadi siap-siap dilema ya! Setelah menikah, kegiatan curhat musti dan wajib dikurangi. Lebih baik lagi, kalau kamu menghentikan kebiasaan curhat pada teman dan menggantinya dengan agenda konsultasi dengan pakar psikolog. Itu lebih baik.
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan! Ungkapan itu ada benarnya kok! Usia seseorang akan terus bertambah, namun proses jadi ‘orang’ itu pilihan masing-masing individu. Jika kalian sudah memutuskan untuk menikah, maka tanyakan pada diri kalian. Sudahkah berhasil mengendalikan emosi dalam diri kalian? Karena hal tersebut nyatanya penting sekali, dan menjadi kunci kebahagiaan keluarga yang kalian bentuk nantinya.
Well, itu tadi sederet alasan yang bisa jadi pertimbanganmu untuk memikirkan kembali keputusan menikah! Meski menikah tak harus menunggu matang, tapi perlu pertimbangan yang benar-benar masak untuk lanjut ke tingkat itu bukan?! Karena hidup di dunia yang menggila ini, tak hanya butuh cinta untuk bisa bertahan! Bagaimana menurutmu?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…