Minim korupsi, gaji super tinggi, kehidupan sosial yang sangat nyaman, jadi sedikit dari banyak alasan kenapa Denmark mendapatkan gelar negara paling bahagia di dunia tahun ini. Dan memang pada kenyataannya, hal-hal baik dan menyenangkan tersebut dimiliki oleh si negara yang gadisnya cantik-cantik itu. Maka tak heran kemudian kalau banyak orang yang berandai-andai tentang enaknya hidup mereka sekarang seumpama terlahir sebagai seorang Denmark.
Ketika orang-orang memuja Denmark dengan segala pencapaiannya, ada satu negara yang bisa dikatakan berkebalikan dengan semua hal yang dimiliki negara Nordik itu. Ya, negara ini bernama Burundi. Angka kemiskinan sangat tinggi, kehidupan sosial menyeramkan, pemerintah yang bermasalah, adalah sedikit dari banyak borok yang dimiliki Burundi. Titel negara paling sedih dan menderita pun seolah jadi penegasan kalau Burundi memang sangat terpuruk.
Kita mungkin menduga kalau Suriah nasibnya sangat mengkhawatirkan. Tapi, siapa sangka kalau negara dikepung konflik itu ternyata punya indeks kebahagiaan yang lebih tinggi dari Burundi. Ya, Burundi baik dari fakta dan data, ternyata lebih prihatin lagi dari pada Suriah yang begitu parah. Lalu, seburuk apa sih kehidupan di negara Afrika bagian tengah ini? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut.
PBB sudah merilis daftar terbaru negara-negara paling bahagia di dunia. Di sana kita bisa dapatkan nama Denmark di peringkat pertama, dan seperti yang sudah kamu ketahui, Burundi terpuruk di peringkat paling buncit. PBB tentu tidak ngawur dalam menyusun daftar ini kecuali pada kenyataannya Burundi memang sangat kacau.
Tak hanya diganjar gelar negara paling tidak bahagia, Burundi nyatanya juga masuk ke dalam tiga besar negara paling miskin di dunia bersama Kongo dan Republik Afrika Tengah. Dari data yang disusun IMF, rata-rata pendapatan per kapita Burundi hanya $818. Sangat jauh kalau dibandingkan dengan Indonesia yang mencatatkan angka $11.126. Dan makin jauh pula dengan Qatar yang memiliki pendapatan per kapita sebesar $132.009.
Tak habis cerita soal titel negara miskin dan paling tidak bahagia, Burundi ternyata juga jadi salah satu tempat di mana human trafficking begitu gencar dilakukan. Tercatat setiap tahunnya ada begitu banyak orang-orang di sana yang dijadikan komoditi. Entah sebagai wanita penghibur atau bekerja di luar negeri yang bayarannya mungkin sangat-sangat rendah.
Beberapa waktu lalu di Burundi sempat terjadi ketegangan luar biasa di antara orang-orangnya. Masalah pokoknya sebenarnya politik, tapi meluas jadi konflik etnis. Jadi, orang-orang yang ketahuan berseberangan dengan pemerintah akan diburu untuk dibunuh. Yang perempuan mungkin juga mengalami hal yang sama setelah sebelumnya bakal diperkosa lebih dulu.
Seumpama kamu jadi warga Burundi dan mendapati segala hal di atas, lalu apa yang bakal kamu lakukan? Bertahankah atau memilih pergi untuk nasib yang lebih baik? Jawabannya sudah jelas adalah pergi, dan hal tersebutlah yang memang dilakukan oleh orang-orang Burundi.
Beginilah potret Burundi, negara dengan segala titel buruk yang membuat semua orang di dunia bersyukur tidak lahir dan tinggal di sana. Menyakitkan memang kalau melihat orang-orang di sana. Mereka berjuang untuk bisa hidup lebih baik, tapi susahnya minta ampun. Melihat kehidupan orang-orang ini, kita mungkin harus benar-benar sangat bersyukur karena lahir dan tinggal di Indonesia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…