Berbicara tentang Mesir, negara ini sangat akrab dengan penemuan-penemuan makam kuno dan juga mumi. Tradisi menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai mumi ini sudah berlangsung sejak lama sekali, yaitu tahun 1800-an. Untuk menciptakan mumi, bangsa Mesir membutuhkan waktu sekitar 70 hari.
Mumi sendiri merupakan sebuah ritual untuk menghormati para dewa dan orang yang sudah meninggal. Ritual ini dianggap sebagai kelanjutan alami dari perjalan setelah kematian. Belakangan, tak hanya muminya saja yang menjadi bahasan, tapi juga di makam-makam Mesir Kuno masih banyak ditemukan mantra yang disebut mempunyai kutukan. Lebih lengkapnya simak dalam ulasan di bawah ini!
Potongan kertas berisi mantra yang sudah sering ditemukan bersama mumi
Penemuan segel kutukan yang mantranya masih aktif
Dalam rentang waktu November 2021 hingga Januari 2022, para arkeolog setidaknya menemukan kurang lebih 160 peti mati kuno yang berisi mumi di situs Saqqara, Mesir. beberapa di antaranya disebut tersegel dengan mantra yang masih aktif. Para ahli mengatakan, mantra tak hanya ditempatkan di peti mati saja, tetapi juga di dinding makam-makam yang ada di Saqqara.
Penemuan buku mantra yang penjangnya 9 meter
Masih berlokasi di situs Saqqara, pada 30 Mei lalu, arkeolog menemukan lagi mumi-mumi beserta patung perunggu. Sebenarnya, pencarian oleh arkeolog ini dalam misi menemukan kuburan Imhotep, yang dipercaya sebagai Dewa Medis di Mesir Kuno. Bersama mumi dan patung-patung perunggu tersebut, ditemukan juga buku mantra sepanjang 9 meter dari lembaran papirus.
Temuan makam kuno dengan mantra kutukan bagi yang membukanya
Kali ini bukan di Mesir ya, Sahabat Boombastis, melainkan di Israel. Tim arkeolog Israel menemukan makam di kawasan Beit She’arim, cagar budaya dilindungi UNESCO yang berada di pinggiran Kota Galilea, Israel. Pemilik makam diperkirakan dari masa 1.800 tahun lalu. Makam tersebut milik seorang lelaki bernama Yakub Ha’Ger.
BACA JUGA: Mumi Ditemukan dalam Posisi Terikat dengan Tangan Menutupi Muka, Diduga Orang Terpandang
Kutukan-kutukan yang ada di makam dan peti mati kuno ini sebenarnya merupakan peringatan untuk tidak melakukan tindakan-tindakan buruk. Entah itu mencuri, merusak tempat tersebut, bahkan melakukan hal-hal yang buruk di daerah makam.