Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya terjatuh juga. Mungkin pepatah inilah yang tepat untuk menggambarkan aksi seorang buronan yang berhasil melarikan diri tapi akhirnya tertangkap juga. Berbagai cara akan dilakukan oleh seorang buronan dalam menghindari proses hukum, mulai dari yang biasa, hingga yang paling ekstrim. Bahkan tidak segan-segan rela membayar mahal orang lain dalam menjalankan aksi mulusnya.
Buronan yang belakangan menyita perhatian adalah mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, yang rela membayar orang dan bersembunyi di dalam koper. Kasus pelariannya ini, telah direncanakan dengan sangat rapi dan dianggap sebagai perencanaan yang paling cerdik. Itulah sebabnya mengapa banyak pihak yang tertipu dengan aksi cerdiknya ini. Bahkan, kasus buronannya ini melibatkan beberapa negara. Penasaran bagaimana kisah bos Nissan tersebut? Yuk kita simak beberapa fakta menarik yang akan kami sajikan berikut ini.
Lahir di Rondonia, Brasil, ada darah Lebanon yang mengalir dalam dirinya berasal dari kedua orang tuanya. Ghosn memiliki andil yang cukup besar dalam mengembalikan kejayaan perusahaan mobil asal Jepang tersebut, setelah sebelumnya dinyatakan hampir bangkrut. Ia menduduki jabatan pemimpin eksekutif pada tahun 2001 setelah Renault membeli saham perusahaan Nissan. Ia sendiri bahkan telah bekerja untuk Nissan sejak tahun 1999.
Seperti dilansir dari Liputan6, kisah pelariannya ini cukup panjang. Pada tanggal 29 Desember 2019 lalu, melalui kamera pengamanan, ia terlihat meninggalkan tempat tinggalnya. Lalu ia menaiki kereta cepat dari Stasiun Shinagawa di Tokyo, dengan tujuan Stasiun Shin di Osaka. Setelah tiba di Osaka, ia naik mobil dengan tujuan hotel yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Kansai. Kemudian ia melarikan diri dengan menggunakan jet pribadi saat mendekati tengah malam.
Lantas, bagaimana ia bisa lolos dengan begitu mudah? Ia menggunakan cara yang cukup cerdik, sehingga bisa mengelabui banyak orang. Ia nekat bersembunyi di dalam sebuah koper yang bagian bawahnya memiliki roda. Koper model ini biasanya digunakan untuk membawa peralatan audio system. Ukurannya yang cukup besar, sehingga banyak orang tidak menaruh curiga terhadap isi dari koper tersebut.
Setelah aksinya terbongkar, ternyata aksi pelarian Ghosn dibantu oleh orang yang cukup ahli di bidang militer. Ya, Michael Taylor merupakan seorang mantan veteran pasukan khusus asal Amerika Serikat. Ayah dan anak ini telah diekstradisi ke Amerika Serikat setelah diketahui menyembunyikan pelarian mantan bos Nissan di dalam koper.
BACA JUGA: 5 Fakta Harun Masiku, Tersangka Kasus Suap KPU yang saat Ini Menjadi Buronan Negara
Membantu dalam hal kejahatan memang sangat tidak dibenarkan. Risikonya tentu sangat tinggi, yakni bisa saja berhadapan dengan hukum. Seperti apa yang dialami oleh ayah dan anak yang telah membantu aksi kaburnya Carlos Ghosn. Jika memang merasa benar, seharusnya Ghosn menghadapinya tuduhan tersebut, bukan malah menghindarinya. Bagaimana menurutmu?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…