Beberapa waktu belakangan, kasus pembunuhan menyelimuti timeline media massa. Belum selesai satu kasus, terungkap beberapa kasus kemudian. Pembunuhan tentu menjadi sesuatu yang tak bisa dimaklumi. Menghilangkan nyawa seakan mudah dan tak ada rasa bersalah.
Kasus pembunuhan yang baru saja terungkap berasal dari seorang mahasiswa sebuah universitas besar di Indonesia. Pembunuhan ini ternyata telah direncanakan dan memiliki motif yang keji. Pelaku dengan teganya melayangkan nyawa yang merupakan temannya sendiri. Parahnya lagi, jenazah korban baru ditemukan beberapa hari kemudian.
Penemuan Jenazah Korban
AAB adalah mahasiswa Jurusan Sastra Rusia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI). Pria berusia 23 tahun ini ditangkap atas tuduhan membunuh korban yang merupakan adik tingkatnya, MNZ (19).
Pelaku Ditangkap
Dilansir dari Kompas, Wakasat Reskrim Polres Depok AKP Nirwan mengatakan bahwa penemuan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (4/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah ditemukan terbungkus plastik hitam di bawah kolong kasur di dalam kos di daerah Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.
Motif Pembunuhan
Dari hasil autopsi, terdapat tusukan di dada korban lebih dari 1 kali. Sebuah pisau lipat diamankan untuk dijadikan bukti. Selain pisau lipat, beberapa barang korban yang diambil pelaku, juga diamankan.
Pelaku Menonton Cara Membunuh di YouTube
Sebelum kejadian pembunuhan, AAB sudah terlebih dulu merencanakannya. Ia bahkan menonton cara membunuh di YouTube. AAB menunggu hingga mendapatkan kesempatan untuk bisa menghabisi nyawa adik tingkatnya itu dan memiliki hartanya.
BACA JUGA: Kasus Anak Anggota DPRD Ambon Aniaya Remaja 15 Tahun, Korban Meninggal Dunia
Begitu kejam tindakan AAB yang tega menghabisi nyawa MNZ untuk merebut hartanya. Korban pun dimakamkan di kota asalnya di Lumajang, Jawa Timur. Keluarga MNZ meminta pelaku dihukum yang seberat-beratnya atas kelakuan kejinya.