Bagi sebagian orang yang mengikuti sebuah perlombaan tujuan mereka adalah untuk mendapatkan hadiah berharga yang ditawarkan. Sedangkan sebagian lagi, lebih fokus membuktikan dirinya terbaik di antara yang lainnya. Kedua alasan tersebut meski berbeda sebenarnya tak masalah. Selama ada usaha keras dan jujur dalam mencapainya.
Lalu bagaimana jika sebuah perlombaan malah memberikan hadiah atau penghargaan bodong atau tak sesuai pada pemenangnya? Ya, hal itulah yang terjadi beberapa waktu yang lalu di mana dalam beberapa kejuaraan para pesertanya dapat hadiah tak diinginkan. Lalu kenapa bisa sampai begitu? Simak ulasan berikut ini.
Bukan lagi rahasia kalau perlombaan untuk memperingati hari-hari spesial tentunya selalu dibarengi dengan hadiah yang fantastis. Oleh sebab itu berbagai persiapan pun dilakukan agar bisa menang. Pun demikian dengan nasib Noval Faturahman yang pulang ternyata tak mendapatkan hadiah sesuai ekspektasi lomba perayaan Hardiknas di kota Serang, Banten.
Malang nian nasib adik dari Agus Setiansyah, salah satu siswa SD di Nunukan Kalimantan Utara yang menang olimpiade matematika. Bagaimana tidak, alih-alih mendapatkan uang sesuai yang dijanjikan, yang ada malah amplop kosong yang dibawa ke rumah. Padahal sudah tertulis jelas di penghargaan kalau siswa ini berhak dapat uang sebesar Rp 500 ribu.
Tentu setiap orang yang datang pada sebuah perlombaan berharap pulang ke rumah dengan piala dan hadiah yang ditenteng. Namun tidak demikian dengan kejuaraan kicau burang ‘Airin Cup 2’ yang diadakan di Serpong, Tangerang Selatan. Alih-alih pulang mendapatkan apa yang diidam-idamkan, yang ada malah para juara mendapatkan janji.
Tentu masih sangat hangat di telinga kita mengenai sayembara pembuatan logo club Malang United. Namun yang jadi perhatian bukanlah sayembaranya, namun justru hadiah yang ditawarkan. Alih-alih duit puluhan juta atau sepeda motor, yang ada hanya uang satu juta rupiah yang akan diberikan.
Sebagian memang sebuah miss komunikasi, namun juga ada yang merupakan salah panitia. Tentu hal ini jadi sebuah pelajaran agar tak menyepelekan hal-hal kecil dalam sebuah lomba. Apalagi jika ditunjuk sebagai panitia, kesalahan sedikit bisa bikin rusak sebuah acara.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…