Limbah di Hanford [Image Source]
Bicara tentang lokasi yang mengandung radioktif, mungkin kebanyakan dari kita langsung memikirkan tentang Fukushima atau Chernobyl. Lokasi terjadinya masalah dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang membuat bahan radioaktif kemudian menyebar.
Tentu saja dua kota tersebut secara otomatis memiliki tingkat radioaktif yang tinggi. Namun, beberapa kota lain ternyata juga memiliki tingkat radioaktif yang tinggi dan membahayakan masyarakat.
Hanford yang terletak di Washington dulunya adalah lokasi proyek bom atom dan mengolah plutonium untuk bom nuklir pertama dan bom “Fat Man” yang dijatuhkan di Nagasaki. Ketika Perang Dingin terjadi, maka produksi plutonium semakin ditingkatkan dan lokasi ini menyuplai 60 ribu senjata nuklir Amerika.
Organisasi mafia Italia dituduh mengotori air dan tanah Somalia yang tidak terlindungi oleh pemerintah dengan menenggelamkan atau mengubur limbah nuklir dan metal yang beracun. Sampah yang dibuang di sini termasuk 600 tong limbah racun dan nuklir, serta limbah radioaktif dari rumah sakit.
Kompleks industri di Mayak, Rusia telah memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir selama puluhan tahun. Pada tahun 1957, di tempat terjadi salah satu kecelakaan nuklir terburuk yang pernah ada. Lebih dari 100 ton limbah radioaktif menyebar karena ledakan yang terjadi dan membuat wilayah ini terkontaminasi.
Terletak di pantai Barat Inggris, Sellafield awalnya adalah fasilitas produksi plutonium untuk menciptakan bom nuklir. Sejak awal pengoperasiannya, ratusan kecelakaan telah terjadi di sini dan dua pertiga bangunannya kini telah dianggap sebagai limbah nuklir.
Dulunya tempat ini adalah lokasi uji coba senjata nuklir Uni Soviet, namun kini telah menjadi bagian dari negara Kazakhstan. Di lokasi ini pernah dilakukan proyek bom atom Soviet karena memiliki status “tidak ditinggali”. Namun sebenarnya setidaknya ada 700 ribu orang yang tinggal di sekitar wilayah ini.
Tahun 2006, tempat ini pernah menjadi salah satu dari 10 lokasi paling berpolusi di Bumi versi Blacksmith Institute. Namun polusi tersebut bukan karena bom nuklir, melainkan pertambangan uranium dan fasilitas pemrosesannya.
Di tempat inilah pernah terjadi kecelakaan nuklir terbesar dan paling terkenal di dunia. Hingga saat ini, Chernobyl masih sangat terkontaminasi meskipun sedikit orang kini diijinkan untuk memasuki wilayah ini dalam waktu yang terbatas.
Nuklir memang bisa jadi merupakan salah satu sumber energi yang sangat besar. Namun energi besar tersebut tidak hadir tanpa resiko. Kita semua bahkan juga sudah tahu dengan bahaya dari radiasi nuklir terhadap alam dan manusia. Dengan resiko yang begitu mengerikan bagi ekosistem, mungkin sudah saatnya kita meninggalkan nuklir sebagai sumber energi listrik dan bahkan sebagai senjata. Kini kita perlu beralih ke energi yang lebih bersih dan aman demi menjaga keberlangsungan kehidupan ekosistem di bumi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…