Menunggak gaji pemain, agaknya menjadi sebuah kalimat yang tidak asing di telinga pencinta sebak bola Indonesia. Dari kasta terbawah hingga paling atas yang dicap paling baik banyak kesebelasan pernah melakukan hal tersebut. Pada umumnya pengelolaan dana dan bangkrutnya manajemen menjadi penyebab adanya klub tanah air yang tidak memberikan gaji untuk pemain tanah air.
Seperti beberapa waktu lalu dialami oleh Sriwijaya yang harus menunggak gaji pemainnya. Kisah tersebut juga pernah dialami Persik Kediri dan salah satu tim Sumatera Utara yakni PSMS Medan. Sebagai seorang pesak bola yang menggantungkan hidup dari olahraga ini, gaji menjadi barang yang penting. Tanpa hal tersebut atlet-atlet tersebut sedikit banyak tentunya merasakan kesengsaraan. Seperti sudah mengetahui efek buruk dari hal itu, Federasi Sepak Bola Malaysia akan memberikan saksi tegas untuk salah satu kesebelasan di kompetisi Negeri Jiran melakukan penunggakan gaji terhadap pemain.
Namun pernah juga induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia itu dihukum FIFA lantaran permasalahan ini. Dilansir Liputan 6, FIFA menjatuhkan hukuman lantaran PSSI lalai menghukum anggotanya yang menunggak gaji. Apakah hal terus bukti PSSI lalai? Biar kalian sendiri yang menjawabnya. Terlepas dari hal tersebut, permasalahan gaji tetaplah bentuk dari kesemerawutan dalam mengurus sepak bola negara kita saat ini. Apabila dibiarkan dampaknya jelas akan sangat merugikan untuk perkembangan olahraga ini di tanah air.