Indonesia adalah negara tropis yang hanya memiliki dua musim saja, hujan dan kemarau. Hampir semua daerah di Indonesia bercuaca panas. Sebut saja Jakarta misalnya, di ibukota ini, matahari selalu bersinar dengan terik. Suasana akan bertambah panas dengan banyaknya gedung pencakar langit dan berbagai industri pabrik.
Di tengah panasnya ibukota, satu-satunya alternative tempat untuk ngadem adalah puncak. Tapi siapa sangka segarnya udara puncak tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan satu tempat yang berada di Papua ini. Namanya Distrik Mulia atau lebih dikenal dengan Kota Mulia.
Suhu normal siang hari di daerah ini 15-20 derajat, ketika malam udara dingin akan turun menjadi 9 derajat, bertambah ekstrem dan menusuk tulang. Bahkan karena berada dekat dengan pegunungan Jaya Wijaya yang terkenal dengan salju di puncaknya, Kota Mulia bisa mencapai titik beku.
Sayang, untuk mencapai Kota Mulia bukanlah hal yang mudah karena terkendala akses. Tempat yang terpencil di perbukitan membuat tempat ini hanya bisa dilalui pesawat kecil jenis Caravan (dengan 9 penumpang). Butuh waktu sekitar satu jam penerbangan dari Bandara Sentani Jayapura menuju Kota Mulia. Akses darat sebenarnya bisa, hanya saja waktunya lebih lama, 16 jam dengan tantangan yang juga sulit. Kendaraan harus melewati tanah bebatuan dengan tebing curam di sisi kanan-kiri jalan.
Jika kamu punya kesempatan untuk mengunjungi Kota Mulia, maka jangan lupa membawa segala perlengkapan seperti baju hangat, karena dinginnya bisa saja menyentuh titik beku.