Hukum ada untuk menjaga keamanan dan melindungi warga. Dengan adanya hukum yang dijalankan dengan benar, orang jadi mikir seribu kali kalau mau melakukan kejahatan. Pada dasarnya agama memang sudah mengajarkan mana yang benar dan salah, tapi hukum diperlukan untuk memperkuat hal tersebut dan mencegah kejahatan.
Sayangnya, tidak semua negara punya hukum yang benar-benar djalankan. Ada orang-orang yang menolak menjalankan hukum demi keuntungan pribadi. Bahkan di beberapa kota berikut ini, hukum tidak akan bisa menyelamatkan nyawa warganya yang terus-terusan terancam.
Afghanistan termasuk negara yang terus menerus dirundung konflik dan kacau. Bahkan 96 persen Heroin dunia dikabarkan berasal dari negara ini. Dengan adanya Taliban yang mengusik ketenangan dan pemerintah yang tidak bisa berbuat apa-apa, maka tidak heran jika beberapa kota di negara ini menjadi yang paling tidak aman seperti Sangin misalnya.
Kota Aleppo di Suriah adalah contoh nyata dari konflik paling berdarah yang terjadi di dunia. Banyaknya pemberontak di wilayah ini seperti kelompok teroris ISIL dan Jabhat-Al Nusra menjadi alasan kenapa kota ini mengalami kekacauan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Somalia dikenal dengan bajak laut dan kejahatan. Bahaya di Somalia mungkin bisa dijelaskan dari apa yang ada di ibukotanya, Mogadishu. Atau yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai kota paling berbahaya di Bumi.
San Pedro Sula terletak di bagian Barat Laut Honduras dan dikenal sebagai kota paling berbahaya di negara yang paling berbahaya pula. Di tahun 2014, angka pembunuhannya mencapai 171 kematian per 100 ribu penduduk. Itu adalah angka yang sangat tinggi mengingat San Pedro bukanlah zona perang. Bahkan dalam sehari bisa terjadi 3 kasus pembunuhan.
Kota Cali di Colombia terkenal memiliki angka kekerasan yang tinggi. Apalagi karena adanya dominasi raja narkoba di wilayah ini seperti kartel Cali, Norte del Valle, dan Los Rastrojo. Tidak hanya dikenal sebagai tempat berkuasanya para kartel narkoba, tapi juga karena kelompok gerilya seperti FARC yang merusak dan mengacaukan kota.
San Salvador adalah ibu kota dari El Savador, sebuah negara kecil di Amerika Tengah. Dengan populasi yang hanya 570 ribu jiwa, tingkat pembunuhan di kota ini mencapai 45 orang per 100 ribu penduduk. Bahkan hanya di pertengahan tahun 2015 saja, pembunuhan di kota tersebut mencapai 2.200 jiwa. Itu adalah angka yang sangat mengerikan.
Ciudad Juarez punya reputasi buruk sebagai surganya narkoba dan perdagangan manusia serta merupakan kota paling berbahaya di Mexico. Beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai ‘ibukotanya pembunuhan di dunia’ dan pusat segala hal yang berhubungan dengan narkoba.
Umumnya, kota akan menjadi berbahaya dan hukum tidak terlalu berlaku jika politiknya tidak stabil, banyak kemiskinan, dan korupsi yang merajalela. Belum lagi jika ada kelompok-kelompok teroris, atau geng-geng kriminal yang berkuasa. Hukum tidak akan berlaku dan kalah dengan banyaknya masalah yang ada. Pada akhirnya, masyarakat biasanya juga akan menjadi korbannya. Malangnya lagi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada yang bisa menjamin keselamatan mereka.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…