Wacana pemindahan Ibukota Negara yang beberapa tahun lalu muncul, sepertinya pada 2019 ini bisa menjadi sebuah kenyataan. Hal ini lantaran, ketika menggelar rapat dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Kantor Presiden, Senin (29/30) lalu. Presiden Indonesia ke 7 yakni Joko Widodo memutuskan calon pengganti ibukota adalah daerah di luar Jawa.
Alasannya beragam, namun salah satunya seperti dukitip dari laman Tempo.com adalah mengenai daya dukung lingkungan yang tidak memadai. Meski begitu, hingga artikel ini ditulis belum ditentukan kota mana akan menggantikan Jakarta. Tapi, kalau melihat usulan di 2017 ada tiga kota di Kalimantan yang menjadi kanidatnya yakni Tanah Bumbu, Palangka Raya, dan Penajam. Seperti apakah kota-kota tersebut simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.
Tanah Bumbu kota di Kalimantan dengan potensi tinggi
Bila dibandingkan Samarinda atau Banjarmasin, Tanah Bumbu bisa dikatakan merupakan kota di Borneo yang masih asing di telinga. Bahkan, bila tidak dimasukkan dalam opsi wilayah pengganti Jakarta, mungkin akan banyak lagi tidak mengetahuinya. Meski begitu, bila melihat potensinya Tanah Bumbu adalah wilayah di Indonesia tidaklah bisa diremehkan.

Kota ‘warisan’ Bung Karno Palangkaraya
Selain Tanah Bumbu, kota di tanah Kalimantan yang juga masuk radar sebagai pengganti Ibukota Indonesia adalah Palangkaraya. Kota ‘warisan’ Bung Karno bisa dibilang dalam wacana ini adalah menjadi opsi terkuat. Bahkan sejak era Presiden Surkano sudah digadang-gadang menjadi wilayah cocok untuk gantikan Jakarta.

Penajam calon ibukota yang tidak kenal bencana
Masih tentang Kota Kalimantan yang masuk daftar ini. Sebuah wilayah bernama Penajam juga punya potensi besar untuk gantikan Jakarta. Di mana daerah di Kalimantan Timur ini disebut-sebut tidak kenal sebuah bencana alam tektonik dan vulkanik. Sebab, tidak berada pada kawasan sumber dari lahirnya fenomena alam tersebut.

BACA JUGA: 5 Negara yang Pernah Memindahkan Ibukota Negaranya
Sebagai sebuah agenda besar, pemindahan ibukota dari Jakarta ke luar Jawa bisa dikatakan adalah hal yang baik. Selain sedikit memutus sitgma Jawa Sentris, juga bisa jadi awal lahirnya pemerataan di Indonesia. Namun sebelum langkah itu diambil, memang sangat diperlukan perhitungan yang sangat matang perihal dampak negatif dan positif. Jangan sampai hal baik ini malah berujung nestapa.