Banjir kritik mewarnai konser amal penggalangan dana yang digelar pada Minggu (17/05/2020). Acara yang merupakan kerjasama antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dinilai tidak tepat oleh sebagian pihak.
Di media sosial Twitter, netizen juga menyoroti kegiatan tersebut dengan beragam komentar. Tentu saja ada pro dan kontra soal penyelenggaraan konser amal yang ada. Kritikan yang ditujukan, tentu saja berkaitan dengan upaya pemerintah mencegah wabah Covid-19 yang dinilai masih belum berjalan maksimal.
Kinerja pemerintah sebenarnya tengah diuji lewat penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. Program tersebut secara tidak langsung menjadi indikator apakah sukses dikerjakan atau justru sebaliknya. Seperti yang terjadi di lapangan, bantuan yang diberi banyak yang tidak tepat sasaran dan adanya penerima yang mendapat lebih dari sekali atau dobel.
Alih-alih fokus terhadap perbaikan kinerja penyaluran bansos, pemerintah malah menggelar konser amal corona dengan beberapa artis pendukung dan sejumlah lembaga penting negara. Sejatinya ada banyak hal yang perlu dibenahi agar bansos tersalurkan dengan baik, yakni soal verifikasi data yang diperbarui, hingga melibatkan masyarakat untuk ikut mengawal bantuan secara transparan.
Membuat kebijakan publik guna mencegah penyebaran Covid-19 memang bukan perkara yang mudah. Selain butuh kehati-hatian, jangan sampai kebijakan yang terlanjur dibuat justru menyengsarakan rakyat. Salah satunya adalah soal konser amal corona yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Betul memang tujuan dari konser amal corona adalah penggalangan dana yang nantinya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Sayangnya, hal tersebut sejatinya sudah banyak dilakukan oleh masyarakat maupun lembaga-lembaga yang peduli terhadap sesama.
Sekelas pemerintah seharusnya bisa lebih bijaksana dalam menyelenggarakan kegiatan. Terutama dengan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihannya. Karena tak semua orang mau dan bisa menikmati jalannya konser jika perut mereka dan keluarganya masih kelaparan akibat imbas dari wabah Covid-19.
Konser amal corona juga tak sepi kritikan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah jurnalis senior Farid Gaban yang menyoroti soal penggalangan dana lewat konser beberapa waktu lalu. Dalam cuitannya, ia melontarkan kritik bahwa pemerintah seharusnya membuat kebijakan publik yang efektif.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan juga ikut angkat suara, terkait dengan penyelenggaraan konser amal corona. Dirinya menyoroti soal pose foto dari para pendukung acara yang dinilai mengabaikan imbauan untuk menjaga jarak antar individu (physical distancing).
BACA JUGA: Usulan Koruptor Dibebaskan karena Corona, Inilah Penyebab Wacana Tersebut Banjir Kritikan
Pemerintah sejatinya bisa lebih memperhatikan kebijakan-kebijakan soal penanganan Covid-19. Salah satu bentuk awal adalah dengan memperhatikan kebutuhan rakyat secara umum lewat berbagai kebijakan yang tepat dan melalui bantuan yang diberikan. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…