Sesaat setelah gempa dan sekarang [Sumber gambar]
Gempa dan tsunami yang ada di Palu dan sekitarnya merupakan duka mendalam bagi Indonesia. Gempa dengan kekuatan 7,7 Magnitudo tersebut membuat porak poranda satu kota. Jembatan kuning, Masjid Terapung, dan bangunan ikonik lain kini hanya tinggal kenangan. Trauma juga masih melekat di kepala penduduk sekitar yang menyaksikan rumah mereka rata dengan tanah.
Tetapi, setiap peristiwa pasti datang dengan maksud tertentu. Setelah duka berbulan-bulan menyelimuti Palu, kini beberapa dari mereka yang tinggal di kota tersebut mengisahkan bahwa mereka sudah bangkit perlahan. 7 bulan setelah diguncang bencana hebat, beginilah wajah terbaru kota Palu.
Melansir bbc.com, berdasarkan data pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebanyak 1.299 gedung sekolah rusak di wilayah terdampak bencana, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala. Hal ini membuat puluhan ribu siswa terhambat masuk sekolah, tak terkecuali mereka yang duduk di bangku kelas XII.
Pembenahan memang tidak bisa dilakukan dengan instan. Meski pemerintah terus menjanjikan pembangunan kembali rumah yang roboh karena gempa, nyatanya hingga sekarang masih banyak warga yang tinggal di tenda dan hunian sementara.
2018 lalu adalah tahun gelap, di mana bencana terjadi di mana-mana, mulai dari gempa Lombok, gempa dan tsunami Palu, gunung meletus, serta bencana lain yang banyak menelan korban. Dana bantuan ini seharusnya diterima oleh setiap KK sebesar 50 juta Rupiah. Melansir Vice.com, hingga sekarang warga masih belum menerima hak mereka.
Untuk mengisi waktu darurat sementara menunggu bantuan dari pemerintah, ada banyak sekali hal yang dilakukan warga. “Daripada pusing pikirkan kenangan kejadian (gempa dan tsunami) stress memikirkan harta hilang, daripada saya salah pikiran, saya melukis,” ucap Abdullah seperti dikutip dari Vice.com.
BACA JUGA: 6 Kejadian yang Mendapat Sorotan di Tengah Hebatnya Guncangan Gempa Sulawesi
Pemerintah memang sengaja membangun tempat hunian sementara setidaknya bisa bertahan hingga dua tahun. Tapi bagi warga, waktu tersebut cukup lama mengingat mereka hidup dalam ketidakpastian. Ya, kita doakan saja ya semoga pemerintah segera menyelesaikan masalah ini dan kembali membuat mereka yang luntang-lantung hidup nyaman bersama keluarganya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…