in

Makan Sabun Hingga Terpaksa Mencuri, Begini Kisah Orang-orang Kelaparan yang Bikin Hati Sedih

Menengok kelas kehidupan masyarakat Indonesia sekarang yang terlihat serba mapan, mungkin membuat kita tak sadar jika ternyata ada orang-orang yang kehidupannya begitu nestapa. Jangankan punya harta benda atau smartphone kekinian, banyak di antara saudara-saudara kita yang untuk makan saja bingung setengah mati.

Seperti misalnya kisah tiga orang anak asal Sumatera Utara yang viral belakangan, di mana mereka tak tahu makan apa hingga akhirnya menyantap sabun cuci. Meskipun Indonesia meningkat perekonomiannya, namun jumlah mereka yang miskin masih cukup banyak, yakni 24 jutaan jiwa. Makanya, hampir pasti kita akan menemukan orang-orang yang hidupnya memilukan.

Berikut adalah cerita sedih mereka yang kondisinya memilukan sampai tak bisa makan. Sebagai bukti kalau bangsa ini masih perlu terus berbenah.

Kisah adik kakak yang makan sabun karena lapar

Jika lapar dan tidak ada makanan apa yang kamu lakukan? Apa pun itu, yang jelas sabun cuci bukanlah pilihanmu. Namun berbeda dengan tiga orang kakak adik ini yang menjadikan benda tersebut untuk menunda lapar. Alasannya tak lain karena mereka tak punya apa-apa lagi untuk dimakan.

Salah satu adik dari tiga bersaudara [Sumber Gambar]
Menurut cerita warga sekitar, kakak beradik yang tinggal bersama neneknya ini sudah lama melakukan hal tersebut. Alhasil anak-anak yang tinggal di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini penampilannya kurus kering. Bahkan sang kakak bernama Novri terlihat mulai menguning tubuhnya. Kisah mereka belakangan viral. Namun semoga tak hanya jadi berita, tapi banyak orang-orang yang membantu juga.

Kisah seorang nenek yang tiap hari bergulat dengan lapar

Ada sebuah kisah pilu dari pelosok NTT. Tersebutlah seorang nenek yang tinggal sendirian di sebuah gubuk reyot dan tanpa penerangan. Tak selesai sampai situ, si nenek ini juga hampir tiap hari merasakan kelaparan. Nenek bernama Luspina ini tidak bekerja karena usia. Alhasil beliau hampir tidak punya apa pun untuk dimakan.

Nenek Luspina [Sumber Gambar]

Hanya belas kasih tetangga dan sebuah pohon yang ia jual buahnya sebagai tumpuan hidup. Sebelumnya nenek Luspina tinggal bersama suaminya. Di masa itu, hidupnya cukup tertolong. Namun semenjak sang pasangan tiada, ia pun hidup sendiri dan merasakan derita. Setidaknya sudah enam tahun nenek Luspina mengalami hal ini.

Cerita satu keluarga yang kelaparan

Berbeda dari nenek Luspina yang sendiri, di sebuah desa di Kabupaten Sukabumi ini ada satu keluarga yang mengalami kelaparan. Keluarga ini terdiri dari pasangan suami istri dan tiga orang anak mereka. Lima orang ini tinggal di sebuah gubuk tak layak huni yang ukurannya hanya 4 x 6 meter saja. Bisa dibayangkan seperti apa ya?

Potret keluarga miskin di Sukabumi [Sumber Gambar]
Keluarga ini mengalami kelaparan hampir setiap hari karena penghasilan sang ayah tidak pasti. Jika tenaganya sebagai serabutan dibutuhkan maka mereka pun makan dan sebaliknya. Menurut warga keluarga ini seolah sengaja mengucilkan sendiri, dan dugaan yang muncul adalah karena sang istri depresi lantaran keterpurukan ekonomi.

Remaja yatim piatu curi kotak amal karena tiga hari absen makan

Kondisi lapar kadang bisa membuat seseorang melakukan hal nekat. Seperti cerita seorang remaja di Semarang ini. Lantaran tiga hari absen makan ia terpaksa mencuri kotak amal sebuah masjid. Awalnya warga merasa geram, namun setelah mengetahui alasannya masyarakat justru iba dan membantu.

Sang remaja ketika diberi makan [Sumber Gambar]
Remaja 15 tahun ini diketahui memang yatim piatu. Sehari-harinya ia pindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun biasanya ia sering tidur di tribun sebuah stadion. Remaja berinisial PR ini juga tidak punya tempat tinggal tetap. Alhasil ia pun pergi ke tempat mana pun untuk bernaung. Setelah kejadian pencurian yang dilakukannya, ada kabar yang mengatakan jika PR sudah ditanggung oleh masyarakat setempat.

BACA JUGA: Miris, 7 Negara ini Memiliki Penduduk Kelaparan Paling Banyak di Dunia

Kadang suka emosi sendiri ketika lihat orang-orang penerima bantuan tapi rumahnya bagus. Sementara banyak orang-orang yang sangat kekurangan tidak kunjung mendapatkan bantuan. Empat kisah di atas hanyalah segelintir dari jutaan masyarakat Indonesia yang mengalami hal serupa. Makanya, mari kita ringankan tangan ini membantu. Sekepal nasi saja bisa berharga sekali buat mereka yang kelaparan.

Written by Rizal

Hanya seorang lulusan IT yang nyasar ke dunia tulis menulis. Pengalamannya sudah tiga tahun sejak tulisan pertama dimuat di dunia jurnalisme online. Harapannya bisa membuat tulisan yang super kece, bisa diterima siapa pun, dan juga membawa influence yang baik.

Contact me on my Facebook account!

Leave a Reply

Rambutnya Gondrong Lurus, Chef Juna Disamakan dengan Ariel Peterpan Hingga Artis Korea

Mundur Sebagai PM, Jasa Mahathir Mohammad Ini Bikin Malaysia Maju Saingi Indonesia