Semakin ke sini, dunia semakin edan. Setiap hari kabar yang berdatangan tak lepas dari pembunuhan sadis, hingga orang meninggal akibat depresi. Namun, penemuan warga di Gang Nusa Indah, Kecamatan Melong, Cimahi ini sedikit berbeda, tetapi masih berhubungan kuat dengan kematian tragis seorang manusia.
Dilansir dari kompas.com, rumah bercat merah pucat di Gang Nusa Indah tersebut dihuni oleh sebuah keluarga, yang terdiri dari satu ayah dan ibu, serta 3 anaknya. Umur mereka sudah tak bisa dibilang muda lagi, karena sang kepala rumah tangga pun sudah berusia 86 tahun. Warga merasa ada yang tak beres dari rumah tersebut, dan ternyata hal mencengangkan terkuak setelah digeledah. Kisah lengkapnya akan diulas dalam artikel berikut.
Awal mula bau busuk tercium dari rumah 117 Gang Nusa Indah
Pada tahun 2016 lalu, warga di Gang Nusa Indah, Kecamatan Melong, Cimahi mencurigai sesuatu dari rumah nomor 117 yang berpagar merah pucat. Rumah tersebut adalah milik pasangan suami istri (pasutri) Nanung Sobana dan Neneng Hatidjah. Setiap kali mereka melewati rumah 117 tersebut, tercium bau tak sedap, busuk seperti bangkai.
Misteri Nanung Sobana hilang dan ketidakpekaan para tetangga
Selalu mendapat jawaban yang sama atas pertanyaan bau busuk para tetangga, membuat mereka akhirnya menyerah bertanya pada sang pemilik rumah. Para warga yang diwakili oleh Ketua RT, Timbul, melakukan sedikit kilas balik terhadap keluarga rumah 117 beberapa tahun silam. Timbul menyebutkan bahwa Nanung Sobana selaku kepala keluarga adalah sosok yang ramah.
Keluarga rumah 117 cenderung tertutup 2 tahun terakhir
Setelah Nanung Sobana divonis mengidap penyakit, para tetangga tak pernah bertemu dengannya lagi. Setiap kali mereka bertanya pada nyonya rumah alias Neneng, sosok ibu dari 3 anak tersebut terlihat berusaha menutup diri. Para tetangga pun tak menuntaskan rasa penasaran mereka lebih lanjut.
Neneng kepergok membawa kresek berisi daging dan penemuan seorang petugas Puskesmas
Beberapa hari lalu seorang petugas Puskesmas Kecamatan Melong melakukan kunjungan pada rumah-rumah warga untuk melakukan kegiatan rutinnya. Kala itu, pertugas yang sedang piket bernama Zacky Rahman. Ia datang pada pukul 7 pagi ke rumah 117 di Gang Nusa Indah itu. Namun, ia mendapat penolakan dari nyonya rumah, Neneng, karena sang suami yang akan diperiksa masih tidur.
Alasan Neneng tidak menguburkan mayat suami dan anaknya
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, dan belum diketahui penyebab pasti kematian dua anggota keluarga di rumah 117 ini. Namun, satu hal yang pasti adalah alasan mengapa Neneng masih menyimpan jazad suami sekaligus anaknya itu hingga 2 tahun. Ia mengungkapkan bahwa pernah datang sebuah mimpi dimana suami dan anaknya akan bangkit kembali.
Meskipun zaman sudah berangsur-angsur modern, ternyata Indonesia sebagai negara yang kaya budaya memang tak bisa meninggalkan tradisi-tradisi kuno yang sudah ketinggalan zaman, ya. Melalui kisah ini, kita diberi pelajaran untuk selalu peka terhadap sekitar. Jika nantinya kejadian seperti kisah rumah 117 ini terulang dan tak dihentikan, bisa-bisa kita juga kena batunya.