in

Bukan Pelit, Ini Rahasia di Balik Isi Keripik yang Hanya Setengah dari Bungkusnya

Biasanya kita sering kali kecewa dengan yang namanya isi snack. Ya bagaimana tidak, ketika kita membukanya dan berharap isinya penuh, nyatanya membuat perasaan kecewa saja. Isinya hanya setengah dari bungkusnya dan bagian lainnya cuma berupa angin segar yang langsung menguap ke wajah kita. Rasanya, membeli keripik seperti sia-sia belaka. Padahal, untuk beli satu snack saja kita harus puasa jajan berhari-hari.

Kekecewaan pun berlanjut saat beli keripik yang lain. Ternyata isinya pun sama saja, 30% snack dan 70% sisanya hanyalah angin. Sungguh menyebalkan dan akhirnya hanya bisa mengambil kesimpulan. Kalau ternyata semua snack sama saja seperti kelakuan lelaki yang hanya bisa menyakiti. Ehh..

Isi dari bungkus keripik sebagian besar adalah angin [Sumber Gambar]
Tapi dilansir dari food.detik.com, jika pengisian angin yang lebih banyak daripada isi snack memiliki maksud baik. Mungkin kalian berpikir kalau udara yang dimasukkan adalah oksigen biasa. Namun sebenarnya udara tersebut adalah nitrogen. Nah, pengisian nitrogen ini dilakukan supaya keripik tidak mengalami basi ataupun lembab. Ini akan berbeda jika keripik diisi bersamaan dengan oksigen. Snack akan lebih mudah basi dalam waktu yang cukup singkat lho.

Jika tidak diisi nitrogen, keripik akan cepat basi [Sumber Gambar]

Dikutip dari NDTV Food, oksigen bisa mengakibatkan basi pada keripik dikarenakan sangat reaktif dan memiliki kecenderungan untuk bergabung dengan molekul lainnya. Sehingga, keripik akan mengalami basi dalam waktu beberapa hari atau hitungan jam saja. Sedangkan nitrogen sangat stabil dan tidak memiliki sifat reaktif. Alhasil, udara tersebut dipercaya untuk menyimpan makanan dari dulu hingga kini.

Keripik lebih awet ketika diisi dengan nitrogen [Sumber Gambar]
Bahkan, berbagai produsen keripik kentang pun juga mengatakan hal yang lebih menakjubkan lagi. Nitrogen ternyata mampu membuat keripik kentang menjadi lebih panjang usianya. Kira-kira adalah sekitar 40 sampai 55 hari lamanya. Lalu, menariknya lagi, keripik akan tetap renyah meski tidak ditambahkan dengan pengawet buatan.

Selain itu, menurut food.detik.com, alasan lain dari penambahan nitrogen ini adalah untuk mencegahnya dari kerusakan. Sehingga waktu dibawa ke mana-mana, ia akan tetap awet karena adanya penggelembungan di isinya. Mungkin rusaknya hanya karena terpecah menjadi kepingan kecil saja. Bukan kerusakan yang sangat signifikan.

Oleh karena itu, kita tak perlu lagi deh berburuk sangka dengan produsen keripik. Dengan adanya nitrogen, keripik kita akan selalu terjaga. Sehingga bisa disimpulkan kalau ini bukan akal-akalan dari sang produsen untuk membuat keuntungan berlipat ya. Jika kalian menginginkan isi yang banyak, berarti kudu beli keripik lebih dari satu bungkus tuh.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Yusuf Nugraha, Dokter Berhati Mulia yang Hanya Dibayar Botol Bekas dan Bacaan Al-Quran

Ustadz Khalid Basalamah, Sosok Da’i Bersahaja yang Pengajiannya Sempat Dibubarkan Ormas