in

Ingat Aisyah yang Meninggal Setelah Tadarrus? Kini Kakaknya pun Wafat Bakda Salat Magrib

Andi Ayunin Bahar [Sumber gambar]

Perihal ajal memang siapa yang tau, namun saat ada kerabat, pasangan, atau orang tercinta yang meninggal secara tiba-tiba, mereka yang ditinggalkan pasti akan merasa sangat sedih. Tetapi, jika ajal menjemput saat sedang melakukan kebaikan, konon seseorang dianggap meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Entah harus bahagia ataukah bersedih, hal inilah yang dirasakan oleh pasangan Andi Bahar Djufri (68) dan istrinya Hj Andi Ratna Bakri. Punya delapan orang anak, pasangan ini harus merelakan satu persatu buah hatinya menghadap sang kuasa. Namun uniknya, semua anak yang meninggal sedang dalam keadaan beribadah kepada Allah. Mau tau seperti apa kisahnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut!

Aisyah Bahar yang meninggal saat sedang tadarrus

Sosok Andi Aisyah Bahar [Sumber gambar]
Kamu mungkin pernah mendengar berita kematian seorang calon pengantin bernama Aisyah Bahar pada awal 2018 lalu? Ya, karena meninggal dalam keadaan sedang tadarrus Al-quran setelah salat subuh dan posisinya sedang menjalankan puasa sunnah. Aisyah didoakan oleh banyak netizen. Kematian yang mendadak  membuat semua anggota keluarga dan sahabatnya merasa kehilangan. Walaupun begitu, mereka tetap merelakan kepergian Aisyah karena ada banyak sekali orang yang berdoa untuk diwafatkan dalam keadaan sedang beribadah dan menyibukkan diri dengan Yang Maha Kuasa.

Andi Ayunin Bahar, sulung keluarga Bahar yang meninggal setelah salat magrib

Andi Ayunin Bahar [Sumber gambar]

Kabar duka kini kembali menghampiri keluarga Bahar. Satu tahun setelah Aisyah meninggal, kini sulung dari depalan bersaudara itu menyusul adiknya. Adalah Andi Ayunin Bahar (Nuning) yang meninggal setelah melaksanakan salat magrib dan berzikir. Ayunin meninggal pada malam Jumat di Surabaya (7/3/2019), kabar tersebut diposting oleh sabahatnya, Andi Dini Kaddas di facebook. Banyak netizen yang menanyakan perihal penyebab kematiannya. Dini mengatakan bahwa Ayunin tidak sakit sedikitpun, ia meninggal tiba-tiba saat sedang menunggu waktu salat isya. Jenazahnya dibawa pulang ke Makassar, Nuning dimakamkan berdampingan dengan adiknya.

Andi Ibrahim Bahar, kakak Aisyah yang meninggal pada tahun 2009

Potret Keluarga Bahar [Sumber gambar]
Sebelumnya, adik laki-laki Nuning juga sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa terlebih dahulu. Pada tahun 2009 lalu, Ibrahim Bahar meninggal saat  sedang salat Tasbih di bulan Ramadan 1430 Hijriyah. Saat itu, usia Ibrahim masih sangat muda, ia baru akan masuk ke perguruan tinggi. Saat meninggal, Ibrahim bahkan sedang merencanakan akan mengikuti ujian masuk salah satu perguruan tinggi di Makassar. Sayang, belum sempat wujudkan mimpi, ia harus berpulang.

Andi Astri Bahar, Meninggal di usia 20 tahun

Keluarga Andi Ayunin Bahar, kakak Andi Astri [Sumber gambar]
Mungkin takdir memang menulis bahwa mereka semua harus meninggal di usia muda, hal ini juga terjadi pada Andi Astri Bahar. Sama seperti saudaranya,  Astri meninggal di usia 20 tahun di Pondok Gede, Jakarta pada tahun 2011. Tak jauh beda, Astri juga meninggal saat menunaikan salat malam, tepat di tahiyat terakhir salatnya. Ya, bala, jodoh, rezeki dau maut memang semua hanya Allah yang mengetahuinya, Sahabat.

BACA JUGA: Kisah Haru Aisyah Bahar, Calon Pengantin yang Tutup Usia Saat Tadarus Al-Quran

Dalam satu dekade, pasangan Andi Bahar Djufri dan istrinya Hj Andi Ratna Bakri sudah kehilangan empat putra putri mereka. Mengapa semua anaknya meninggal dalam keadaan setelah dan sedang beribadah? Hal ini mungkin juga karena ayah mereka adalah seorang yang dekat dengan Tuhan. Sang ayah dikenal sebagai pendidik, takmir masjid, dan sosok yang taat beribadah. Jadi enggak heran kalau semua anaknya tak lepas dari mengingat Allah yang Maha Esa. Semoga semuanya husnul khotimah, ya.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Kisah Pejabat ‘Kejam’ Belanda yang Dihormati dan Dianggap Sebagai Bapak Negara Modern RI

Mengenal ‘Ancaman’ Industri Sawit Pemerintah RI yang Bisa Bikin Uni Eropa ‘Bangkrut’