Mewabahnya virus corona di beberapa negara telah mengubah banyak hal yang kemudian menjadi kejadian yang sangat penting. Tak terkecuali di Indonesia, virus bernama Covid-19 itu telah memukul banyak sektor, mulai dari perekonomian hingga aktivitas secara sosial. Tak hanya itu, rupiah pun melemah hingga membuat nilai dolar meroket.

Dilansir dari Katadata.co.id (23/3/2020), nilai rupiah terus tertekan sebesar 3,7% ke level Rp 16.550 per dolar AS seiring dampak pandemi corona. Tak hanya nilai uang yang terpengaruh, hal menghebohkan ini juga terjadi di Indonesia akibat penyebaran wabah Covid-19.

Karyawan dirumahkan gara-gara imbas corona

Wabah virus corona di Indonesia mulai terasa imbasnya di ranah bisnis perhotelan. Akibat penyakit yang telah menjadi pandemi global itu, tingkat hunian dan pengunjung dari hotel yang ada terus menurun. Merumahkan karyawan pun dilakukan meski tak murni pemutusan hubungan kerja (PHK). “Sekarang perusahaan coba menurunkan 50% biaya tenaga kerja,” ucap Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Hariyadi B Sukamdani yang dikutip dari Indopolitika.com (14/03/2020).

Kebijakan pemerintah untuk bekerja atau beraktivitas di dalam rumah

Guna membendung penyebaran virus corona di masyarakat, pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar ruangan. Sebagai gantinya, diterapkanlah kebijakan work from home atau bekerja dari rumah. Sayang, imbauan ini rupanya tak dilaksanakan secara menyeluruh oleh masyarakat. Sebaliknya, banyak yang memanfaatkan aturan tersebut untuk bertamasya.

Maraknya hoax soal corona yang berseliweran di dunia maya

Karena tengah menjadi perhatian serius pemerintah, informasi soal wabah virus corona juga ditunggangi oleh maraknya berita hoax yang tersebar di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari bawang putih yang dianggap bisa menyembuhkan, isu adanya penyemprotan racun dari udara oleh Malaysia, hingga Presiden Joko Widodo yang juga terkena hoax lewat manipulasi judul berita.

Terjadinya panic buying pada masyarakat beberapa waktu lalu

Masyarakat sempat mengalami kepanikan saat negara secara resmi mengumumkan adanya warga yang tertular virus corona. Hal ini terlihat adanya fenomena panic buying, di mana masyarakat terdorong untuk memborong barang-barang penting seperti sembako dan lainnya. Tak hanya itu, harga masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) juga sempat dikabarkan mengalami kenaikan yang luar biasa hingga terjadi kelangkaan.

Rupiah tertekan hingga hampir menyentuh Rp17 ribu per dolar

Salah satu hal yang tak kalah pentingnya adalah, seiring dampak pandemi corona yang kemudian menggerus nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Nilainya pun menyentuh Rp 16.550 per dolar AS. Tak hanya Indonesia, sejumlah negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Taiwan, dan Hong Kong, juga mengalami pelemahan nilai mata uang.

BACA JUGA: Indonesia Positif Virus Corona, Begini Paniknya Masyarakat demi Antisipasi Wabah Tersebut

Tak hanya soal kesehatan, wabah corona yang terjadi di Indonesia juga memunculkan banyak fenomena, baik secara sosial maupun ekonomi. Dampaknya pun sama-sama dirasakan oleh pemerintah dan juga masyarakat di dalamnya. Doakan saja, wabah corona yang terjadi saat ini bisa segera berlalu.