in

Meskipun Terkenal Kejam, Ini 4 Warisan Abadi Nazi yang Diterapkan di Indonesia

Kebijakan anti-rokok [Sumber gambar]

Nazi adalah sebuah Partai Nasional Sosialis Buruh Jerman yang dipimpin oleh seorang diktator kejam bernama Adolf Hitler. Cerita tentang kekejaman nazi yang berani membantai ribuan kaum Yahudi dan homoseksual meninggalkan luka tersendiri, sebuah tajuk mengerikan yang selalu menarik untuk digalih dan dikisahkan ulang.

Semua kekejaman tersebut memang nyatanya mengaburkan banyak ‘pahala’ baik para nazi. Namun, jika kamu tau sebenarnya ada banyak sekali gagasan cemerlang yang dicetuskan oleh Hitler untuk kemajuan dunia, salah satunya yang ditinggalkan di Indonesia.  Nah, untuk itu kali ini Boombastis akan menyajikan warisan nazi yang berlaku hingga kini di tanah air.

Menciptakan gerakan anti-rokok

Kebijakan anti-rokok [Sumber gambar]
Hitler memang dikenal sebagai vegetarian yang anti dengan rokok. Pemimpin berdarah dingin ini bahkan disebut tak pernah mau berada dalam satu ruangan dengan perokok. Maka dari itulah ia menerapkan aturan untuk menekan perkembangan rokok. Semua upaya serius dilakukan, mulai dari menaikkan harga, membatasi pasokan, larangan merokok di tempat umum, hingga program kampanye yang dilakukan di Jerman. Hal tersebut juga diberlakukan di Indonesia loh, segala peraturan yang berkaitan dengan aktivitas ini diharapkan bisa menekan perkembangan dan angka konsumsi rokok.

Pembangunan jalan tol

Ilustrasi jalan tol [Sumber gambar]

Autobahn adalah jalan terpanjang keempat di dunia yang menghubungkan seluruh wilayah Jerman. Sebuah terobosan yang diresmikan pada Agustus 1932 ini kemudian menjadi jalan tol pertama di Jerman bahkan dunia. Hal serupa ternyata juga diterapkan oleh pemerintah Indonesia pada masa Orde Baru. Selama 32 tahun kememimpinannya, presiden Soeharto membangun jalan sepanjang 490 kilometer. Tol Jagorawi adalah jalan bebas macet pertama untuk kendaraan roda empat ketika itu. Mulai dibangun pada tahun 1973, menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi.

Pengembangan anjing untuk keperluan militer

Anjing untuk militer [Sumber gambar]
Selama ini kita sering melihat anjing menjadi pembantu yang melacakberbagai kejahatan yang terjadi di Indonesia. hal ini sebenarnya merupakan warisan sang diktator yang pertama kali diterapkan di Jerman saat ketika masa perang. Anjing berjenis German Shepherd ini dijadikan sebagai prajurit dan penjaga saat kecamuk perang meledak. Selain itu, ia juga digunakan untuk alat patroli, interogasi serta pengamanan elit politik.

Konservasi dan perlindungan satwa

Perlindungan hewan [Sumber gambar]
Ironis sekali jika mengingat kejamnya ia menumpas habis manusia tetapi justru membela penuh kehidupan hewan. Tapi memang begitu kenyataannya, pelestarian satwa adalah satu dari banyak perhatian di zaman pemerintahan nazi. Dikutip dari ayobandung.com, Nazi menetapkan kebijakan hukum berupa “Reich Nature Protection Act” yang menempatkan hewan langka asli Jerman seperti serigala dan kucing eurasia sebagai satwa yang dilindungi. Hal yang sama juga terjadi di negara kita, selain ada UU dan peraturan pemerintah yang mengatur perlindunganhewan, sanksi juga diberlakukan bagi mereka yang melanggar.

Selain empat hal di atas, teknologi permesinan juga menjadi produk penting yang diwariskan kepada dunia. Jikakita memandang dari satu sisi keburukan saja, pasti yang terlihat hanyalah dosa dan kebijakan keji Hitler di masa lalu. Tapi, lebih dari itu warisan baiknya terbukti masih berlaku dan diterapkan hingga kini bukan? Khususnya di negara kita.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Keyko, Wanita Pemilik Ribuan Daun Muda yang Lihai Taklukkan Lelaki ‘Hidung Belang’

Demam Tantangan #InMyFeelings di Media Sosial, Polisi di Seluruh Dunia Langsung Berkoar