Dari sekian banyak negara, yang paling bisa dianggap saingan Indonesia hanyalah Malaysia. Tak hanya karena faktor geografis saja, tapi juga tentang kultur yang nyrempet-nyrempet Indonesia. Aroma saingan ini juga sudah terbentuk lama sekali. Momentum awalnya ya ketika Presiden Soekarno marah-marah lewat pidato yang terngiang sampai hari ini dengan tajuk Ganyang Malaysia-nya itu.
Waktu terus berjalan, Indonesia makin digelitiki Malaysia untuk mengobarkan rasa saingan yang kini mungkin sudah berubah menjadi seteru abadi. Gara-garanya ya masalah main klaim kebudayaan dan pulau yang pernah terjadi dulu. Wajar dan otomatis, kalau sampai hari ini rasa ketidaksukaan itu masih terpelihara.
Malaysia adalah saingan berat. Layaknya sikap dalam persaingan, kita pasti saling berpacu untuk menunjukkan siapa yang terbaik. Sayangnya, persaingan kita melawan Malaysia lebih banyak dimenangkan oleh mereka dalam banyak hal.
1. Fasilitas Kesehatan Malaysia Lebih Oke
Selain Singapura, negara tujuan berobat prioritas orang Indonesia adalah Malaysia. Alasannya sudah jelas karena fasilitas kesehatan di sini lebih oke sehingga tingkat kesembuhannya lebih tinggi pula. Sebenarnya fasilitas kesehatan Indonesia juga cukup memadai. Sayangnya, banyak yang beranggapan kalau manajemen sumber daya manusianya miris.
![Fasilitas kesehatan Malaysia lebih oke [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/02/rumah-sakit-di-malaysia.jpg)
2. Korupsi di Malaysia Jauh Lebih Sedikit
Kalau menurut penilaian subyektif, kita tentu akan menganggap Malaysia tidak ada apa-apanya dalam segala hal. Namun, sayangnya, data yang ada justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Misalnya dalam peringkat negara paling bersih dari korupsi, Malaysia mencatatkan angka 54 dunia.
![Korupsi di Malaysia lebih sedikit [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/02/korupsi-di-malaysia.jpg)
3. Indonesia Kalah Kaya dari Malaysia
Siapa yang bisa menyangkal kekayaan Indonesia. Bahkan kalau dibandingkan dengan negara paling kaya, misalnya Brunei, Indonesia jelas lebih jumawa. Tapi, sayangnya, rakyat Indonesia tidak semakmur mereka. Alasannya sudah jelas karena kekayaan ini tidak diatur dengan baik. Kalau meminjam istilah Pandji Pragiwaksono, Indonesia is a rich country, but poorly managed.
![Malaysia lebih kaya [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/02/petronas.jpg)
4. Sepak Bola Indonesia pun Kalah dari Malaysia
Dari segi ekonomi kita sudah jelas kalah, lalu bagaimana dengan hal-hal yang bukan fundamental seperti olahraga khususnya sepak bola? Ya, Indonesia bisa dibilang kalah telak pula. Akan sangat panjang untuk membahas prestasi kedua Timnas. Jadi, kita simpulkan saja pakai standar yang diakui dunia. Ya, apalagi kalau bukan peringkat FIFA.
![Sepak bola Indonesia VS Malaysia [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/02/Indonesia-VS-Malaysia.jpg)
5. Pendidikan Tinggi Indonesia juga Kalah Cukup Telak
Ah, yang satu ini sebenarnya tak usah disinggung karena hampir semua orang Indonesia tahu kalau Malaysia jauh lebih oke. Ya, pendidikan di sana bisa dibilang levelnya lebih tinggi. Acuannya sendiri banyak, misalnya jumlah mahasiswa asing di sini yang totalnya hampir 80 ribu. Atau mungkin peringkat dunia kampus-kampus Malaysia yang jelas lebih unggul dari deretan universitas terkemuka di Indonesia.
![Pendidikan di Malaysia [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/02/Kampus-Malaysia.jpg)
Hampir di banyak sektor kita kalah dengan Malaysia. Namun, data-data ini bukanlah sesuatu yang fix atau tetap. Kita masih sangat-sangat mungkin mengubah angka-angka dan peringkat yang ada. Masalahnya hanya ada pada diri orang Indonesia sendiri. Apakah mau untuk berubah menjadi lebih baik. Jika pada suatu ketika orang-orang Indonesia mau berbenah, bukan hal yang tidak mungkin suatu saat NKRI bisa berdiri di top level untuk semua hal.