Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan dalam kondisi kritis usai melakukan operasi kardiovaskular. Informasi ini didapat dari laporan intelijen yang dipantau terus oleh pemerintah Amerika Serikat. Sosoknya menjadi sorotan setelah diketahui tidak menghadiri peringatan pendiri Korut sekaligus kakeknya, Kim Il Sung, 15 April lalu.
Kondisi Kim Jong Un sendiri dikabarkan mulai membaik setelah dirawat di sebuah lokasi rahasia yang terletak di kawasan Hyangsan County. Menariknya, Kim Yo-Jong yang merupakan sang asik, disebut-sebut sebagai telah ‘menancapkan kekuasaannya’ atas Korea Utara. Lalu, kira-kira apa yang terjadi dengan Korut seandainya suami Ri Sol Ju ini tak lagi memimpin? Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.
Besar kemungkinan Kim Yo-Jong akan gantikan Kim Jong Un
Usai sang kakak dikabarkan kritis setelah melakukan operasi kardiovaskular, sosok Kim Yo-jong mendadak populer dan jadi sorotan di mana-mana. Selain memiliki kedekatan dengan secara personal, wanita 31 tahun itu ternyata juga mewarisi sikap dan gaya kepemimpinan yang serupa dengan Kim Jong Un.
Rencana darurat AS soal kemungkinan yang terjadi jika Kim Jong Un tiada
Sebagai negara yang kerap mengkritik kebijakan Korea Utara, pemerintah AS tampaknya ikut bereaksi atas kabar soal kondisi yang dialami oleh Kim Jong Un. Dikutip dari Fox News (22/04/2020), Paman Sam telah menyiapkan sebuah rencana darurat jika nantinya pemimpin Korea Utara itu meninggal dunia.
Mengundang respon militer AS dan sekutunya terhadap kekacauan di Korea Utara
Prediksi soal kekacauan massal berupa krisis kemanusiaan di Korea Utara tak hanya bakal merepotkan masyarakat di dalamnya, militer AS dan sekutunya dekatnya seperti Korea Selatan (Korsel) juga diprediksi bakal mengintervensi negara tersebut untuk memulihkan situasi.
Prediksi rezim Kim Jong Un menurut mantan diplomat Thae Yong Ho
Salah seorang pembelot Korea Utara, mantan diplomat Thae Yong Ho, mengatakan bahwa rezim Kim Jong Un diprediksi akan jatuh pada 20 tahun kemudian. Dirinya mengatakan, keruntuhan itu bukan karena invasi militer atau tekanan dari pihak Amerika Serikat yang selama ini dianggap sebagai ‘musuh’ luar negeri, tapi karena bangkitnya generasi muda.
Masyarakat Korea Utara akan merasa kehilangan dengan kepemimpinan Kim Jong Un
Meski kerap dicaci karena pemerintahannya yang dinilai sebagai diktator, banyak dari rakyat Korea Utara yang masih mencintai kepemimpinan Kim Jong Un. Mulai dari kalangan petinggi militer, pejabat senior partai, hingga masyarakat umum, tetap menunjukkan rasa hormat dan loyalitasnya terhadap Kim Jong Un.
BACA JUGA: 7 Kehebatan Kim Jong Un yang Terlewatkan Mata Dunia
Menerka kondisi terkini dari Kim Jong Un memang masih terbatas sumber informasi dari laporan intelijen saja. Terlebih, media di Korea Utara terkesan menutup rapat dan tidak membahas sama sekali jika pemimpinnya dikabarkan menderita sakit usai dioperasi. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?