in

Hits di Tahun 90an, Begini Kiprah Ria Irawan dalam Dunia Hiburan Tanah Air

Nama Ria Irawan adalah salah satu artis tanah air yang terkenal sejak era 80-an hingga 90-an. ia sudah membintangi banyak sekali film di layar kaca. Hari ini (6/1/2020) kabar duka kepergiannya membuat banyak orang ikut merasakan kesedihan. Ia menghembuskan napas terakhir setelah hampir 5 tahun melawan kanker kelenjar getah bening yang ia derita.

Bermain peran sejak kecil, Ria Irawan sudah dikenal sebagai artis serba bisa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semua karyanya, beginilah perjalanan karier Ria Irawan selama berkecimpung di dunia entertain Indonesia.

Bermain film sejak usianya 4 tahun

Lahir tahun 1969, Ria sudah masuk dan ikut ambil peran sejak usianya 4 tahun. Bakatnya yang piawai dalam seni peran ini sendiri ditularkan dari orang tuanya yang memang aktif dalam dunia seni. Di usianya yang masih balita, Ria menjadi figuran dalam film Sopir Taxi yang tayang tahun 1973.

Ria Irawan kecil [sumber gambar]
Melansir dari IDNTimes.com, karier Ria sebagai figuran masih berlanjut di film Bebas Kasih. Lanjut lagi di film Fajar Menyingsing bersama Erwin Gutawa tahun 1975. Karena sejak belia mengenal dunia film membuat Ria fasih dan terbiasa berakting di depan kamera. Dia main lagi dalam film Chicha tahun 1976 bersama Chicha Koeswoyo.

Namanya melejit sejak film Kembang Kertas

Nama Ria Irawan semakin melejit sejak dirinya membintangi film yang berjudul Kembang Kertas pada 1984. Sejak saat itu, ia sangat hits dan punya tempat spesial di hati para penonton. Penampilan yang memukau ini membawanya meraih banyak prestasi. Ia berhasil masuk dalam nominasi penghargaan di dunia perfilman.

Ria Irawan menang penghargaan [sumber gambar]

Melansir dari Brilio.net, terhitung sejak tahun 1985-2015, ia sudah masuk sebagai nominasi sebanyak 9 kali, termasuk Festival Film Indonesia (FFI). Dalam kurun waktu tersebut, sudah 5 kali ia berhasil menang, salah satunya adalah meraih piala FFI tahun 1988 kategori Pendukung Wanita Terbaik dalam film Selamat Tinggal Jeanette.

Merambah ke dunia tarik suara, fotografi, dan produser

Tak hanya terkenal karena perannya yang bagus dalam film, Ria juga terjun ke dunia tarik suara. Ia pernah membentuk sebuah grup vokal bernama Japras. Album music mereka meledak pada masanya dan menjadi hits. Selain itu, Ria juga berkolaborasi dengan Rano Karno dalam dua album berjudul Hiasan Mimpi dan Sorga Dunia.

Merambah dunia tarik suara dan fotografi [sumber gambar]
Karier di dunia musiknya juga pernah menjadikan ia trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa. Ria juga menjajal banyak hal lain. Dirinya pernah mencoba profesi fotografer, terjun dalam dunia penyutradaraan video klip –salah satunya adalah milik Anggun. Tak mau berhenti belajar dan berkarya, Ria pernah tinggal di Milan untuk mengambil kuliah desain grafis.

Divonis menderita kanker sejak tahun 2009

Di balik karier yang cemerlang, Ria harus berjuang melawan penyakit yang singgah di tubuhnya. Pada tahun 2009, Ria mengatakan kepada media yang mewawancarainya kalau ia memiliki miom. Lalu, ia didiagnosis menderita kanker endometrioum atau dinding rahim. Hal ini membuatnya memilih mengangkat Rahim, seperti melansir Liputan6.com. pasca pengangkatan Rahim, Ria terus melakukan check-up kesehatan.

Ria Irawan saat sakit Kanker [sumber gambar]
Inilah yang membuat ia mengetahui kalau di juga menderita kanker kelenjar getah bening. Sel kanker ini terus menyebar ke berbagai organ vital di tubuh Ria. Meski sempat sehat dan bisa kembali ceria, Ria kembali collaps dan mendapat kabar bahwa kankernya sudah menyebar ke kepala dan paru-paru pada akhir 2019 lalu.

BACA JUGA: Kuat! 7 Artis Indonesia Ini Berjuang Melawan Penyakit Parah yang Menggerogoti Mereka

Perjuangan kanker Ria akhirnya mengantarkan ia beristirahat untuk selamanya pada hari ini, Senin (6/1). Selamat jalan Ria Irawan, artis peran serba bisa yang tidak pernah mau berhenti belajar. Untuk kalian yang juga merupakan survivor, selalu semangat dan teruslah menghidupkan harapan ya.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Nine-Dash Line yang Bikin China Berani Kurang Ajar Pada Indonesia di Natuna

Garuda Kembali Berulah, Kali ini Pilot dan Pramugari Ancam Penumpang