Kita semua tahu bahwa sekolah adalah tempat untuk mengenyam pendidikan. Namun yang namanya sekolah, tentu tidak semua anak di dalamnya bisa dengan mudah diajak kerja sama. Terkadang ada juga beberapa siswa yang usil, curang, atau malas. Namun memang itulah risiko menjadi seorang guru.
Baca Juga : 5 Perahu Kuno Buatan Kerajaan Nusantara ini Pernah Digunakan Untuk Menjelajah Dunia
Nah, jika guru lain mampu menghadapi murid seperti ini dengan cara khusus atau hukuman yang wajar dengan memberi PR misalnya, beberapa sekolah ini malah memberikan hukuman yang cukup ekstrem.
Untuk kesalahan serius yang merugikan orang lain seperti tawuran, siswa ditangkap pihak yang berwajib adalah hal yang wajar. Namun untuk kesalahan kecil, tentu saja hal ini terlalu ekstrim. Seorang bocah 13 tahun di Albuquerque ditangkap, diborgol, dan dikirim ke pusat penahanan anak-anak karena bersendawa di kelas.
Hukuman memukul pantat biasanya diberikan kepada anak kecil oleh orang tuanya. Namun hal ini juga mulai jarang dilakukan karena beberapa orang menganggapnya sebagai menyakiti anak-anak. Seorang remaja 19 tahun dari Texas, Taylor Santos diberi pilihan hukuman pukul pantat atau diskors selama 2 hari setelah ketahuan menyalin PR temannya.
Cone of shame adalah sebuah kerah berbentuk kerucut yang biasanya dipakaikan kepada seekor anjing agar mereka tidak menggigiti luka di tubuhnya. Seorang guru di Florida menghukum muridnya dengan memakaikan cone of shame ini untuk mempermalukan mereka.
Di suatu sekolah di Seoul, 8 orang siswa dipaksa untuk melakukan 800 kali squat secara terus menerus ketika mereka tidak mengerjakan PR. Tidak hanya itu saja, saat melakukan squat tersebut, mereka juga diminta untuk menyelesaikan soal matematika yang diberikan gurunya. Jika bisa menjawab dengan benar, mereka boleh berhenti melakukan squat.
Ketika seorang siswa kelas 5 berusia tidak lebih dari 11 tahun tidak sengaja menumpahkan air di lantai, seorang guru mendatanginya dan memberikan hukuman yang kejam dan bersifat rasis. Siswa yang menumpahkan air tersebut dan 14 siswa lainnya dipaksa untuk makan di lantai kantin yang kotor selama 2 minggu.
Seorang guru di sekolah Varnett Charter, Texas dipecat setelah mengunci murid yang nakal di sebuah lemari gelap bernama “Lemari Monster”. Anak-anak di bawah usia TK diberitahu bahwa ada monster yang tinggal di tempat gelap dan ketika mereka dimasukkan di dalamnya, guru tersebut akan menutup pintu sementara si murid berteriak-teriak di dalamnya.
Seorang bocah berusia 8 tahun ditelanjangi dan digeledah di sekolah setelah seorang staff menuduhnya mencuri uang sebesar $20 dari murid lainnya. Uang tersebut ternyata kemudian ditemukan di bawah meja kantin. Bocah lain yang berusia 8 tahun di sekolah Texas juga dipaksa telanjang dan mandi di hadapan staff sekolah sebagai hukuman karena tidak menjaga kebersihan.
Telah ada beberapa kasus ketika anak-anak yang dianggap nakal dimasukkan ke ruangan isolasi atau ruang teriakan. Anak-anak tersebut dikunci di ruangan gelap tanpa jendela selama berjam-jam untuk memaksa mereka menenangkan diri.
Baca Juga : 6 Berita Paling Aneh yang Terjadi Selama Tahun 2015
Memang sih di setiap sekolah akan ada anak yang usil dan tidak patuh. Namun bukan berarti mereka bisa diperlakukan dengan semena-mena seperti daftar di atas. Bagaimanapun juga, anak-anak belajar dari sekitarnya dan setiap hal yang terjadi dalam hidupnya akan mempengaruhi sikap, perilaku dan ideologinya kelak.
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang bocah kecil bermain skuter sendirian di tengah…
Dunia sepakbola Indonesia sedang geger-gegernya. Jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di…
Aktor laga Sandy Permana, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron kolosal, ditemukan tewas dengan luka…
Hampir setiap hari masyarakat Indonesia mengernyitkan dahi dengan kasus-kasus absurd tapi nyata yang hadir di…
Kasus memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswa…
Ketika banyak orang berharap 2025 lebih baik dari sebelumnya, awal tahun ini justru diawali dengan…