Beberapa waktu lalu, Indonesia dihebohkan oleh penangkapan seorang pemuda berusia 21 tahun karena kasus peretasan. Tak kepalang tanggung, sosok berinisial BBA asal Sleman itu diciduk polisi karena menyerang sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Dilansir dari kompas.com, ia berhasil meraup untuk sebanyak 300 Bitcoin atau sekitar Rp 31,5 miliar.

Tak hanya itu, kasus serupa juga pernah terjadi di Surabaya, di mana mereka diduga meretas ribuan situs web dan sistem teknologi informasi di 44 negara. Jika diperhatikan dengan seksama, Indonesia sejatinya banyak memiliki talenta yang bagus di bidang IT. Tak melulu bersikap buruk, mereka juga menorehkan prestasi sebagai hacker baik (white hat) yang keberadaannya sangat dibutuhkan di masa depan. Siapa saja mereka?

Haikal yang akhirnya direkrut oleh Tim IT Mabes Polri

Sosok Haikal sempat menggemparkan Indonesia lantaran berhasil meretas situs penjualan tiket online. Yang lebih mengagetkan, pemuda bernama lengkap Sultan Haikal M. Aziansyah alias Emre alias Sultan Ekel itu ternyata hanyalah tamatan SMP. Ia pun harus menjalani hukuman atas perbuatannya tersebut. Meski demikian, pihak Mabes Polri rupanya tertarik pada kecerdasan Haikal di bidang IT dan berencana merekrut Haikal.

Siswa SMP asal Tangerang yang berhasil membobol NASA

Lain Haikal, berbeda pula dengan apa yang dilakukan oleh Putra Aji Adhari. Remaja berusia 15 tahun asal Tangerang itu menjadi sorotan lantaran berhasil meretas situs milik NASA, badan antariksa nasional Amerika Serikat. Tak berhenti di situ, Aji juga pernah membobol ratusan situs besar, baik dalam maupun luar negeri. Meski demikian, ia akhirnya memilih jalan sebagai bug hunter atau pemburu error pada suatu sistem.

Hacker asal Pasuruan yang mendapat hadiah dari Google

Senada dengan Aji, Nosa yang juga seorang hacker asal Pasuruan, Jawa Timur, menekuni profesi sebagai bug bounty atau bug hunter. Google pun menjadi ajang bagi dirinya untuk mengasah kemampuan, sekaligus mendulang pundi-pundi dolar. Meski sempat gagal, Nosa akhirnya berhasil menemukan celah keamanan yang sangat kritis atau ‘click hijacking‘. Uang sebesar $7.500.00 (Rp 105.225.000,00) pun berhasil dikantonginya.

Jim Geovedi yang menjadi hacker dengan reputasi internasional

Di dunia hacking, sosok Jim Geovedi merupakan seorang master karena kemampuannya hacking-nya yang dinilai masuk dalam level tinggi. Bayangkan, pemuda lulusan SMA itu mampu meretas satelit yang tengah mengorbit di ketinggian. Tak heran jika ia kemudian sibuk hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow menjadi pembicara pertemuan hacker internasional. Dengan reputasi gobal, Jim kini memiliki konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan.

Hacker perusak yang raup ratusan hingga puluhan miliar dari aksi illegal

Berbeda dengan sosok di atas, barisan hacker (lebih tepatnya disebut cracker) ini justru melakukan perbuatan melanggar hukum. Seperti yang telah ditulis pada paragraf pertama dan kedua, para penganut aliran Black Hat Hacker (topi hitam), meretas untuk tujuan memperkaya diri dengan cara illegal. Atas aksinya ini, masing-masing telah berhasil meraup uang ratusan juta hingga puluhan miliar, plus merusak puluhan situs web. Alhasil, hukuman penjara pun menanti mereka.

BACA JUGA: Kisah Hacker SMP Asal Tangerang yang Sukses Bobol Ketatnya Situs NASA di Amerika Serikat

Meski ada sebagian yang menyalahgunakan kemampuannya di bidang IT, toh masih banyak dari mereka yang justru berkembang ke arah yang positif. Beberapa bahkan direkrut oleh instansi kepolisian, mendapat hadiah dari Google, hingga menjadi konsultan berskala global. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?