Gambaran dokumentasi ¡Vivan las Antipodas! [Image Source]
Film dokumenter biasanya memang tidak banyak menghasilkan uang, beda dengan sinetron yang bisa banyak menghasilkan dari iklan-iklan yang didapatkan. Film jenis ini juga biasanya tidak terlalu banyak menggunakan spesial efek yang mewah atau penampilan yang menakjubkan seperti film pada umumnya.
Meski tidak semewah dan tidak semenghasilkan sinetron, dokumenter tetap disukai dan dihargai karena mampu menangkap perhatian penonton dengan relevansi, kejujuran dan kejelasan ceritanya. Tidak cuma itu saja, dokumenter juga hadir dengan tujuan untuk mendidik. Karena itulah, dokumenter ini lebih layak ditonton daripada sinetron.
Film ini menggambarkan tentang betapa indahnya planet bumi tempat kita tinggal. Tapi tidak hanya keindahannnya saja, film ini juga menunjukkan betapa buruk dan mengerikannya kerusakan yang terjadi di bumi ini akibat kegiatan manusia. Bumi mengalami luka dan kerusakan akibat produksi industri, perang, dan bencana ekologi.
Fed Up akan mengajak kita untuk lebih sadar tentang makanan. Apa yang kita makan saat ini sangatlah berbeda dari apa yang dulu biasa dimakan oleh nenek moyang.
Film ini akan mengajak kita melakukan perjalanan untuk mencari tahu awal kehidupan serta melihat pilar alam semesta yang paling fundamental. Kita akan diberi kesempatan untuk melihat lebih jauh dari awan debu kosmik.
Victor Kossakovsky adalah seorang pembuat film dokumenter yang pernah sukses mendapatkan penghargaan atas karyanya. Ketika berada di Argentina, sebuah ide unik muncul di kepalanya, “Bagaimana rute terpendek antara Entre Rios di Argentina dan kota metropolis Shanghai di China?”
Film ini melibatkan ribuan orang, ratusan ilmuwan, dan dengan satu tujuan. Emosi, kata-kata dan persepsi. Lewat film inilah kita diajak untuk mencari tahu hubungan antara suatu kata-kata dengan persepsi manusia.
Satu hari, 192 negara, dan dengan tiga pertanyaan berikut: “Apa yang paling kamu sukai?” Apa yang paling kamu takuti?” dan “Apa yang ada di dalam sakumu?” Semua ini adalah bahan untuk dokumenter dengan sumber masyarakat umum pertama yang pernah dibuat.
Kisah-kisah dokumenter memberikan kita pelajaran tentang alam dan kehidupan. Dengan nilai-nilai yang ditanamkan, maka bisa dikatakan bahwa sebenarnya kisah-kisah dokumenter lebih layak ditonton. Mungkin dengan memilih tontonan yang lebih baik, kita akhirnya bisa mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik juga.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…