Dunia olahraga balap motor Indonesia kembali diselimuti duka. Sosok pebalap Afridza Munandar yang tampil di ajang Asia Talent Cup di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia dikabarkan meninggal dunia. Kejadian nahas tersebut dialami oleh dirinya saat tampil di race pertama.

Dilansir dari sports.sindonews.com, Afridza mengalami kecelakaan di tikungan 10 lap pertama. Karena kondisinya semakin menurun, ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan menggunakan helikopter. Sayang, takdir berkata lain. Afridza menghembuskan nafas terakhir karena benturan yang cukup parah di kepalanya. Seperti apa faktanya di lapangan? Simak ulasan berikut ini.

Sempat kehilangan kendali sebelum akhirya terjatuh di tengah-tengah lintasan

Mengawali balapan di race pertama, Afridza sempat kehilangan kendali pada motornya dan menabrak bagian belakang ban lawan sebelum akhirnya terjatuh di tengah lintasan. Alhasil, Marshal atau petugas yang berada di pinggir lintasan dengan cepat membawa pebalap berusia 20 tahun itu dengan tandu.

Sempat merespon saat ditandu namun kondisinya semakin menurun

Saat ditandu oleh petugas lintasan. Afridza sempat merespon sesaat dengan mengangkat tangan kanannya. Sayang, kondisi Afridza semakin menurun. Ia pun langsung dilarikan Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan menggunakan helikopter. Peristiwa yang menimpa Afridza juga membuat Marshal Sirkuit Internasional Sepang mengibarkan bendera merah (Red Flags).

Meninggal dunia akibat benturan di kepala yang cukup parah

Sempat dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter [sumber gambar]
Pengibaran Red Flags membuat seluruh pembalap kembali ke paddock, sembari menunggu kepastian kondisi dari Afridza. Tak lama kemudian, kabar duka pun datang. Pebalap lulusan Astra Honda Racing School 2017 itu dinyatakan meninggal dunia oleh rumah sakit. Dilansir dari sports.sindonews.com, Afridza berpulang akibat benturan di kepala.

Sosok pebalap yang menjadi kebangaan masyarakat Indonesia

Di kancah Asia Talent Cup 2019, sosok Afridza termasuk pebalap yang menonjol. Sebelum berlaga di Sirkuit Sepang, ia telah meraih dua kemenangan, dua podium kedua dan dua finish ketiga. Sementara di Malaysia, merupakan race terakhir baginya dengan tekad menutup perlombaan dengan juara. Sayang, tekadnya untuk tampil bagus di Sepang harus berakhir dengan cara yang tidak terduga.

Peristiwa pilu yang mengundang simpati dari pebalap dunia

Maverick Vinales (tengah) yang dedikasikan kemenangannya untuk Afrida Munandar [sumber gambar]
Buntut dari peristiwa nahas yang dialami oleh Afridza, banyak dari pebalap dunia yang turut bersimpati pada dirinya. Salah satunya adalah Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. “Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk anak yang meninggal dunia kemarin. Ia adalah favorit saya di Idemitsu Asia Talent Cup. Saya ucapkan belasungkawa untuk keluarganya,” ujarnya setelah menjuarai MotoGP Malaysia 2019.

BACA JUGA: Nestapa M Zaky, Pembalap Bertalenta Indonesia yang Jadi Korban Penusukan Saat Jajal Motor

Dunia balap motor tak hanya menyajikan pertandingan yang seru, tapi juga sarat dengan resiko. Salah satunya seperti yang dialami oleh Afridza di atas, rawan mengalami kecelakaan di lintasan adalah tantangan terbesar bagi para pebalap yang melaju di atas aspal. Selamat jalan Afridza Munandar.