Setelah kericuhan yang sempat terjadi di beberapa wilayah daerah Indonesia beberapa waktu lalu, kali ini kejadian serupa juga menimpa Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dilansir dari CNN Indonesia, wilayah yang bakal menjadi ibu kota baru menggantikan Jakarta itu sempat dilanda kerusuhan hingga berujung aksi pengrusakan.

Alhasil, imbas dari kerusuhan tersebut membuat beberapa fasilitas publik rusak. Tak hanya bahkan, beberapa warga juga dikabarkan mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Untuk mencegah situasi agar tidak semakin ricuh, Ketua Adat Suku Paser juga meminta masyarakat tenang tanpa terprovokasi. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Kericuhan yang terjadi akibat kasus peristiwa penganiayaan

Dilansir dari CNN Indonesia, kericuhan berawal dari peristiwa penikaman yang berujung meninggalnya seorang korban di Pantai Nipah-nipah, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Polisi pun telah menangkap tiga orang dan kasusnya telah ditangani. Sayang, keluarga korban penikaman rupanya tidak puas dengan hal tersebut.

Keluarga korban sempat mencari pelaku hingga terjadi kerusuhan

Keluarga korban yang tidak terima, kemudian mencari pelaku penikaman di lokasi. Tak hanya itu, mereka datang dengan membawa massa dan telah berkumpul di pelabuhan. Tak lama kemudian, kericuhan pun pecah saat mereka mulai merusak fasilitas pelabuhan, termasuk membakar loket penjualan tiket dan beberapa rumah.

Beberapa warga mengungsi untuk mencari lokasi yang aman

Imbas dari kerusuhan yang terjadi, warga di sekitar lokasi kejadian memilih untuk mengungsi dan mencari lokasi yang aman. Bahkan, aliran listrik menuju di kawasan tersebut juga dipadamkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Sementara ada di tempat pengungsian,” kata Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Sabil Umar yang dikutip dari Detik.

Ketua Adat turun tangan dan suasana menjadi kondusif kembali

Pasca terjadinya kerusuhan, suasana kemudian berangsur-angsur kondusif. Bahkan, Ketua Lembaga Adat Pasar (LAP) Kabupaten Paser, Arbain M Noor,ikut menghimbau agar masyarakat tenang tanpa terprovokasi. Meski demikian, beberapa aparat kepolisian yang dibantu oleh personel TNI masih berjaga-jaga di sejumlah titik. “Ada dua SSK brimob, Sabhara, Polair, dan juga TNI. Tapi kami berharap yang terpenting masyarakat tidak terpancing,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana yang dikutip dari CNN indonesia.

Penajam Paser Utara yang disiapkan menjadi ibu kota pengganti Jakarta

Seperti yang kita ketahui, wilayah Penajam Paser Utara telah dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai lokasi ibu kota baru menggantikan Jakarta. Keberadaannya akan bersanding dengan wilayah Kutai Kartanegara yang juga masuk sebagai lokasi ibu kota baru. Kedua lokasi tersebut dianggap ideal lantaran minim resiko bencana alam dan infrastrukturnya yang relatif lengkap.

BACA JUGA: 5 Alasan Penajam-Kutai Kartanegara Dipilih Presiden Joko Widodo Sebagai Ibu Kota Baru RI

Karena situasinya yang telah kembali kondusif, semoga saja kasus yang ada bisa diselesaikan dengan cepat dan memuaskan banyak pihak yang terlibat. Bukan apa-apa, peristiwa kerusuhan yang terjadi di atas, jelas lebih banyak mendatangkan kerugian dibanding manfaat.