Akhir-akhir ini, media sosial tengah ramai menyoroti fenomena bernama crosshijaber. Tak banyak yang tau, mereka yang melakukan crosshijaber merupakan seorang pria yang memakai hijab layaknya seorang wanita. Bahkan seperti yang dilansir dari Liputan 6, pelakunya juga memakai cadar sehingga tak diketahui sosok aslinya yang ternyata pria.

Alhasil, hal tersebut akhirnya menjadi sorotan di dunia maya. Tak hanya dinilai meresahkan kaum wanita, organisasi seperti Majelis Ulama Indonesai (MUI) juga angkat bicara mengenai keberadaan para pelaku crosshijaber ini. Lantas, seperti apa fenomena tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Sempat eksis dengan komunitasnya di sosial media.

Pergerakan kelompok crosshijaber selama ini memang bisa ditelusuri di dunia maya. Bahkan, memiliki akun Instagram bernama @crosshijaber. Dari foto-foto yang pernah di-capture oleh beberapa warganet, terlihat mereka tengah beraktifitas sembari mengenakan baju muslimah seperti yang diunggah oleh akun Twitter @Infinityslut. Sayang, saat tim Boombastis.com mencoba menelusuri lebih jauh, akun tersebut telah dihapus.

Kelompok yang membuat khawatir kaum wanita

Tangkapan layar dari akun pelaku crosshijaber [sumber gambar]
Karena merupakan kumpulan para pria yang mengenakan busana seperti muslimah, perilaku crosshijaber ini membuat kaum hawa khawatir. Terlebih jika mereka menggunakan cadar, jelas tak bisa dibedakan apakah mereka perempuan tulen atau laki-laki iseng yang lagi menjalankan aksinya. Terlebih jika dikaitkan dengan moral dalam agama, tindakan ini tidak dibenarkan karena dianggap tidak sesuai kodrat dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Perilaku yang dianggap haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) [sumber gambar]
Fenomenan nyeleneh seperti crosshijaber ternyata juga tak lepas dari pantauan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Secara tegas, organisasi di bidang keagamaan itu menganggap bawah perilaku seperti crosshijaber suatu tindakan yang diharamkan dalam ajaran Islam. “Ajaran Islam sejatinya melarang keras pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria karena secara takdir dan syariat pria dan wanita adalah berbeda,” tegas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid yang dikutip dari Liputan 6.

Dinilai merupakan bentuk gangguan perilaku seksual oleh psikolog

Tangkapan layar dari akun Instagram pelaku crosshijaber [sumber gambar]
Menurut psikolog klinis Personal Growth Ni Made Diah Ayu Anggreni yang dilansir dari CNN Indonesia menjelaskan, ada dua motif seseorang melakukan crossdressing seperti crosshijaber, yakni dengan dorongan seksual dan tanpa motif seksual. Perilaku di atas juga dikaitkan dengan gangguan perilaku seksual transvestisme, yakni membuat seseorang berpakaian atau mengenakan aksesori dari lawan jenis untuk tujuan tertentu.

Menuai kecaman dari tokoh organisasi hingga partai

Tangkapan layar dari akun Instagram pelaku crosshijaber yang menuai kontroversi [sumber gambar]
Fenomena macam crosshijaber juga dikomentari oleh berbagai pihak. Seperti yang diutarakan oleh Anggota Fraksi PPP di DPR Ahmad Baidowi, ia menilai bahwa perilaku tersebut merupakan bentuk yang menyimpang. Bahkan, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga angkat suara dengan meminta agar kepolisian segera menyelidiki motif dari kelompok crosshijaber tersebut.

BACA JUGA: Ada Orang yang Hobi Mencuri Pakaian Dalam, Apa Sih Penyebabnya?

Fenomena seperti crosshijaber di atas, jelas bakal membuat kaum perempuan semakin was-was. Busana hijab yang dipakai, terkadang mampu menyamarkan sosok yang sebenarnya seorang pria. Terlebih jika mereka berbaur satu sama lain di area privat seperti toilet misalnya. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?