Elizabeth Bathory merupakan salah satu nama bangsawan yang melegenda di Eropa. Namanya selalu dikenang bahkan setelah zaman telah berganti. Hal tersebut bukan karena si bangsawan yang dikenal baik hati dan dermawan, namun sebaliknya. Elizabeth Bathory merupakan wanita terkejam dalam sejarah. Dari tangan bangsawan wanita tersebut, telah terenggut nyawa ratusan manusia.
Hidup sebagai wanita dengan kedudukan terpandang rupanya tidak membuat seorang Elizabeth memiliki kepribadian yang kalem dan santu. Justru si bangsawan yang sebenarnya jelita ini melakukan hal yang berkebalikan.Tak heran jika nama Elizabeth Bathory pun dikenang hingga saat ini, walaupun bukan karena hal-hal baik. Dan berikut ini adalah beberapa fakta tentang Elizabeth Bathory yang pasti akan membuatmu geram.
Elizabeth merupakan putri dari pasangan bangsawan paling kaya raya. Orangtuanya, Georges dan Anna adalah ningrat paling kaya di Hungaria pada masanya. Sementara para keluarga besarnya juga merupakan orang-orang terpandang. Elizabeth memiliki seorang sepupu perdana menteri di Hungaria. Sementara pamannya, Stepehen adalah Raja Polandia.
Ilustrasi Elizabeth [Image Source]
Meski berasal dari keluarga terpandang, namun para keluarga Bathory rupanya punya sisi ‘gila’ yang cukup dikenal masyarakat. Salah satu paman Elizabeth adalah seorang penganut Paganisme dan Satanis. Sementara itu, seorang sepupunya juga memiliki kelainan jiwa dan hobi melakukan kejahatan seksual.
Pada usianya yang ke-15 tahun, Elizabeth menikah dengan Count Ferenc Nádasdy yang berusia 25 tahun. Suaminya adalah seorang bangsawan yang derajatnya tak lebih tinggi dari Elizabeth. Sehingga, Elizabeth tetap menggunakan Bathory sebagai nama keluarganya. Sementara suaminya juga menggunakan nama Bathory. Meski telah menikah, namun Count Ferenc lebih sering berada di medan pertempuran dan membuat Elizabeth kesepian.
Awal mula kegilaan tersebut adalah pengaruh dari pelayan terdekatnya, Dorothea Szentes. Elizabeth pun mulai gemar memuaskan hasrat seksual melalui penyiksaan terhadap pelayan-pelayan yang lebih muda.
Setelah kematian sang suami, kegilaan Elizabeth mencapai puncaknya. Saat itu Elizabeth yang sudah memasuki usia 40 tahun mulai merasa kecantikannya memudar. Sebenarnya, hal tersebut lumrah terjadi pada usianya. Namun, Elizabeth tidak menerima hal itu. Suatu kali, seorang pelayan yang membantu menyisir rambut tanpa sengaja menarik rambutnya terlalu keras, Elizabeth pun marah dan menampar wajahnya.
Setelah kehabisan pelayan muda, Elizabeth mulai merekrut gadis-gadis desa untuk mendapatkan darah mereka. Namun, rupanya kepuasan Elizabeth akan darah belum juga terpenuhi. Ia pun mulai menculik para gadis-gadis bangsawan kelas rendah untuk mendapatkan darahnya. Namun, keputusan tersebut rupanya menjadi bumerang baginya. Hilangnya para putri bangsawan rupanya menyita perhatian orang-orang berpengaruh, termasuk Raja. Tanggal 30 Desember 1610, pasukan tentara dibawah pimpinan György Thurzó menyerbu ke instana Elizabeth.
Kisah melegenda tersebut tentu membuktikan jika pada dasarnya, nafsu manusia tak akan pernah bisa mencapai kepuasan. Dari nafsu, seseorang bisa melakukan apa pun, termasuk menghilangkan nyawa orang lain. Dan sepertinya, terlahir sebagai rakyat jelata jauh lebih terpandang daripada bangsawan yang namanya abadi di ingatan masyarakat sebagai orang yang biadab.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…