Ragi biasanya digunakan manusia untuk membuat roti, bir atau makanan lainnya. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, mansia akan menciptakan ragi yang bisa dijadikan parfum, alat kosmetik, petstisida hingga bahan bakar. Bagaimana bisa?
Semuanya sedang dirancang dan dikerjakan oleh Ginkgo Bioworks, perusahaan teknologi biologi sintetis yang berpusat di Boston. Mereka sedang mengembangkan teknologi untuk mengambil sebagian DNA dari makluk hidup dan menciptakan sifat yang sama dari DNA tersebut. Singkatnya, mereka bisa menciptakan sesuatu yang beraroma bunga mawar dengan mengambil DNA bunga mawar.

Perusahaan yang terletak di sebuah bangunan mewah di jantung Boston ini telah menandantangani kontrak dengan salah satu perusahaan parfum asal Perancis. Mereka akan bekerja sama untuk membuat parfum yang memiliki aroma bunga mawar yang benar-benar diambil dari DNA bunga mawar tersebut. Mereka juga berencana untuk membuat wewangian dari bunga lain selain mawar.
Dengan hasil rekayasa DNA dari Ginkgo, anda bisa mendapatkan jamur yang dimanfaatkan untuk campuran bahan kosmetik, parfum atau bahkan minuman. Jadi, jangan heran jika di masa depan anda akan menemukan, misalnya, minuman beraroma rumput segar yang baru dipotong. Atau bedak yang begitu anda taburkan ke tubuh anda akan beraroma seperti anggur, dan buah-buah segar lain. Dan semua itu tidak menggunakan bahan asli, karena teknologi sudah menggandakan DNA yang diperlukan untuk mendapatkan wanginya.

Namun, para ahli ini juga khawatir jika suatu saat teknologi ini akan menggantikan dan menyisihkan mereka yang mengharapkan penghasilan mereka sebagai petani dari produk alami, bukan sintetis. Ya, pasti akan tetap ada sisi pro dan kontra dari sebuah penemuan baru.
Jika teknologi ini sampai ke Indonesia, aroma atau rasa autentik dari tumbuhan apa yang ingin anda dapatkan? (HLH)