Nama Andi Lala belakangan ini melejit, bak artis yang lagi naik daun. Bedanya, pria berusia 34 tahun tersebut dikenal bukan karena prestasi namun karena kekejamannya. Diketahui pria yang berprofesi sebagai tukang las tersebut adalah tersangka utama pembunuhan satu keluarga di Medan.
Membunuh keluarga Riyanto rupanya bukan kejahatan pertama yang dilakukan warga Lubuk Pakam, Deli Serdang ini. Pasalnya, sebelum perampokan dan pembunuhan tersebut Andi Lala sudah berkali-kali melakukan tindak kriminalitas. Dan berikut ini adalah deretan dosa Andi Lala yang membuatnya pantas dijatuhi hukuman eksekusi.
Kerap melakukan KDRT
Sebelum melakukan kejahatan level berat, Andi Lala dikenal sebagai suami yang kerap berlaku kasar pada sang istri, Reni Fitriani. Hal tersebut diketahui oleh beberapa tetangga yang mengaku kerap melihat Andi memukuli sang istri. Reni sendiri dikenal sangat pendiam dan tidak pernah membalas perlakuan kasar suaminya.
Dikenal sebagai maling
Tak sedikit warga Jalan Pembangunan, Lubukpakam, Deliserdang yang merasa gembira atas tertangkapnya Andi Lala. Pasalnya, warga sekitar tempat tinggalnya mengenal Andi sebagai maling yang meresahkan masyarakat. Terlebih pencurian tersebut kerap dilakukan di sekitar masjid, seperti pengeras suara sampai motor orang yang tengah shalat.
Tahun 2015, Andi Lala membunuh Suherwan
Sebelumnya, diketahui jika Suherwan tewas karena kecelakaan. Dengan tertangkapnya Andi Lala, warga pun mulai berani bersaksi bahwa kematian tersebut bukanlah kecelakaan. Tewasnya Suherwan tidak lain karena dipukul alu oleh Andi Lala. Pembunuhan tersebut terjadi karena adanya rasa cemburu Andi yang mencurigai Suherwan memiliki hubungan khusus dengan istrinya.
Pengguna Narkoba
Dalam penegakuan Andi Lala, sebelum membunuh satu keluarga di Medan, ia sempat membeli sabu untuk dinikmati bersama Riyanto. Melihat korban sudah mabuk akibat sabu, pelaku pun langsung memukulkan besi seberat 11 kilogram hingga membuat korbannya tersungkur di lantai dan tak bergerak lagi.
Itulah riwayat kejahatan yang pernah dilakukan Andi Lala. Mengetahui itu, banyak orang yang merasa bahwa Andi tak pantas lama-lama berada di penjara. Mereka berharap jika penjahat level berat ini bisa langsung dieksekusi saja.