Banyak yang mengatakan kalau kuliah itu berat, terlebih lagi saat sudah berada di ujung masa alias akan lulus. Banyak mahasiswa yang mengeluh kalau mengerjakan skripsi susah dan harus berpikir ekstra, belum lagi kalau dapat dosen pembimbing yang sangar dan susah dutemui, wah tambah bisa lulus ngaret tuh.

Jawaban di atas bisa ‘iya’ bisa juga ‘tidak’ ya guys. Kalau misalkan mau disebut skripsi itu butuh effort lebih daripada saat-saat sedang mengerjakan tugas kuliah, ya memang bisa dikatakan begitu karena jumlah halaman di skripsi yang banyak. Coba saja kalau skripsi boleh hanya 3 atau 4 lembar, pasti semua orang akan bilang mudah, bukan?

Tentang dosen pembimbing yang bisa menghambat proses lulus? Ya, asalkan kamu selalu berprogress setiap kali bimbingan, rajin datang ke dospem, dan enggak dadakan minta sidang dan minta diperiksa skripsinya, sebenarnya kamu bisa aja kok lulus tepat waktu. Yakali ada dosen yang sengaja menghambat mahasiswa buat segera jadi sarjana.

Cerita dari dosen pembimbing dan mahasiswanya di bahwa ini mungkin bisa jadi inspirasi untuk kita semua. Cerita ini merupakan curhatan seorang mahasiswa yang dibimbing oleh dosen viral bernama Sony Kusuma Sondjaja. Akun @WidasSatyo ini memperlihatkan bahwa dirinya yang ‘mager’ alias malas mengerjakan skripsi bisa lulus kurang dari satu tahun saja berkat dorongan dari dosen bernama Pak Sony tersebut.

Sebagai seseorang yang sama-sama punya media sosial, Pak Sony ini mengingatkan mahasiswanya dengan cara post atau pesan melalui media sosial. Seperti yang diceritakan oleh Widas, bahwa sang dosen membuat sebuah Tweet, di mana ia mention sang mahasiswa. Secara tidak langsung, dari yang tadinya malas-malasan, tak ada progress berbulan-bulan, topic belum fix, karena terus menerus diteror, mereka akhirnya bergerak dan bisa selesai kurang dari 6 bulan loh. Mantep betul bukan?

Sebelumnya sih, Pak Sony ini sempat viral pula karena mencoret skripsi mahasiswanya yang dinilai kurang dan banyak salah dengan kata ‘SAMPAH’. Namun, meski bimbingan yang keras, tak lantas ia dibenci oleh para mahasiswanya. Kalau menurut @fierza (salah satu mahasiswi bimbingannya juga), cara tersebut malah membuat mahasiswa berpikir keras untuk cepat lulus, tak hanya berleha-leha buang-buang waktu saja.

Pengingat dari dosen pembimbing [sumber gambar]
Bahkan, faktanya, setelah mencoret-coret ‘SAMPAH’ di skripsi tersebut, Pak Sony dan beberapa mahasiswanya berlibur ke Solo dan Jogja, ketawa-ketawa sambil jalan-jalan dan kuliner, dan diselingi dengan berdiskusi tugas akhir mereka. Intinya, Pak Sony ini adalah dosen yang dekat dengan mahasiswa dan dengan sangat bersedia mendorong mereka agar tidak malas menyentuh skripsi. Fierza juga tak segan membagikan chat Line dari dosennya yang mengingatkan deadline skripsi, jam 4 subuh. Bayangakan saja?

BACA JUGA: Cari Mahasiswa Lewat Komentar YouTube, Buktinya Enggak Semua Pembimbing Skripsi Itu Garang

Nah, kadang kita memang butuh dosen yang sangar seperti Pak Sony ini. Mau curhat sedikit, Mimin juga dulu pas kuliah bukan anak yang cerdas-cerdas banget kok, gaes. Tapi bisa juga lulus tepat waktu karena rajin bimbingan ke dospem, selalu bertanya jadwal kosong beliau kapan, dan yang paling penting adalah enggak mendadak minta tanda tangan dan meminta diperiksakan skripsinya (padahal jarang bimbingan). Sebenarnya asal mahasiswa sungguh-sungguh, dosen juga tidak akan mempersulit kok.