Di balik senyumnya yang ramah dan sapaan “mbak/masnya pesan Go-Jek?”, setiap driver ojek online ini punya cerita sendiri-sendiri. Tentu tak semua menyenangkan, getir pilu pasti mereka rasakan. Entah itu order makanan fiktif bejibun yang meludeskan uang SPP anak, sampai sakitnya ketika mereka diumpat hanya gara-gara terlambat lima menit saja. Sungguh kita mungkin takkan pernah bisa membayangkan.
Tak habis sampai situ, belakangan para driver ojol ini juga seolah mendapatkan meteor jatuh tepat di atas kepalanya. Ya, ini terkait dengan peristiwa bom yang bikin heboh itu. Entah bagaimana mulanya, tapi beberapa driver diduga terlibat jaringan teroris. Alhasil ini pun bikin para pengemudi lain terkena durinya. Berbagai isu bikin hati miris bermunculan, yang komentar pun bahkan tidak berbelas kasih.
Puncaknya adalah ketika banyak driver merasa makin sepi pelanggan lantaran hal ini. Hidup harus terus berjalan dan mereka pun sekarang harus bekerja semakin keras lagi.
Potret Brimob patroli, driver ojol digeledah
Difitnah meracuni makanan konsumen dan dituduh anggota ISIS
Tak berselang lama setelah kasus bom, kembali muncul desas-desus yang memojokkan ojek online. Salah satunya adalah pesan Whatsapp yang menyebarkan informasi pengakuan konsumen tentang makanan beracun yang dikirim ojol. Diceritakan juga, makanan tersebut menyebabkan anggota keluarga yang masuk rumah sakit. Tak berhenti di situ, cerita ini bahkan dikait-kaitkan dengan ojol (Go-Jek) yang katanya adalah anggota ISIS.
Sepi orderan lantaran pelanggan resahkan sopir ojol terlibat ISIS
Calon driver diseleksi ketat untuk bergabung dengan ojek online
Kita tak pernah tahu berapa banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan ini. Maka, sadari ketika kita melakukan kezaliman dengan mengatakan hal yang tak patut, maka dampaknya akan luar biasa. Di satu sisi kita mungkin menganggap itu sebagai tindakan preventif untuk mencegah terorisme, kalau benar terbukti. Tapi di sisi lain, seseorang mungkin harus menerima kesusahan luar biasa untuk hal yang bahkan tak pernah ia lakukan.