in

Udumbara, Bunga Penanda Datangnya Pemimpin Adil yang Hanya Mekar 3000 Tahun Sekali

Bunga Udumbara yang ditemukan oleh Kadek [Sumber gambar]

Sudah jadi kebiasaan masyarakat kalau segala hal tidak lazim dan nyeleneh dikaitkan dengan mistis, terlebih jika itu adalah Bali yang memang banyak menyimpan budaya yang lekat dengan kepercayaan nenek moyang . Dalam mitologi Buddha ada sebuah bunga pembawa keberkatan yang jika ditemukan akan membawa kita kepada keberuntungan. Bunga yang disebut sebagai Udumbara ini sempat membuat heboh publik pada akhir 2016 lalu. Pasalnya salah satu warga Jembrana, Bali bernama Kadek Suardana menemukan bunga Udumbara di gagang pintunya.

Kadek yang ingin membuktikan jika itu benar merupakan bunga Udumbara langsung menemui Sulinggih (orang berkedudukan tinggi di Bali), dan pernyataan yang diberikan benar bahwa itu adalah bunga pembawa keberuntungan. Tapi Saboom semua belum tau bukan bagaimana rupa dan guna bunga ini? Nah, untuk lebih jelas simak uraian Boombastis berikut

Pertama kali ditemukan di Tiongkok

Bunga Udumbara [Sumber gambar]
Bunga Udumbara ini pertama kali ditemukan di negeri Tirai Bambu. Di bawah sebuah mesin cuci di Gunung Lushan, Provinsi Jiangxi (tidak dijelaskan penemunya siapa). Tak hanya di negara Panda saja ternyata, Udumbara juga beberapa kali muncul di Malaysia bahkan di Bali, Indonesia. Bunga ini sebenarnya cukup unik. Ia tidak tumbuh di tanah ataupun pot seperti sering kita temui, tapi bisa hidup di mana saja seperti kaca, baja, logam, dan menempel layaknya parasit. Seperti yang Kadek Suardana terangkan, ia menemukan Udumbara di gagang pintu rumahnya dan ranting pohon jeruk.

Bunga dari surga yang hanya mekar 3000 tahun sekali

Bunga Udumbara yang ditemukan oleh Kadek [Sumber gambar]

Udumbara memiliki banyak nama. Bunga ini bisa disebut sebagai Youtan Poluo, atau Udonge di beberapa negara Asia, sementara Indonesia menyebutnya Udumbara. Spesies langka ini lekat dengan mitologi bahwa ia adalah tanaman dari surga dan jarang bisa tumbuh di bumi, pun jika tumbuh hanya akan muncul 3000 tahun sekali. Maka tak heran jika nama Udumbara rasanya cukup asing di telinga. Kemunculan Udumbara tentu dengan satu tujuan yaitu penanda datangnya pemimpin yang adil. Pemimpin di sini tidak dijelaskan siapa dan bagaimana rupanya, hanya saja ia akan lahir di tempat Udumbara mekar.

Pembawa keberuntungan bagi siapapun yang menemukannya

Bunga pembawa keberuntungan [Sumber gambar]
Berdasarkan pengakuan Kadek Suardana, Udumbara di gagang pintu rumahnya ditemukan pertama kali oleh sang istri. Bunga berupa sulur dan mirip jamur ini mengeluarkan cahaya putih. Sang Sulinggih yang mengatakan bahwa Udumbara adalah mukjizat membuat Kadek menyimpan tanaman ini bertahun-tahun. Hasilnya, ia bertubi-tubi mendapatkan keberuntungan. Dari kondisi ekonomi yang membaik, hingga dagangan laris manis pembeli.

Penelitian para ahli tentang Udumbara

Bunga Udumbara Vs telur serangga [sumber gambar]
Walaupun sudah ada orang mengaku menemukan bunga dari surga ini, nyatanya belum ada bukti yang membenarkan hal tersebut. Dari penelitian ilmiah misalnya, menurut para pakar belum ada kesepakatan yang menyatakan Udumbara adalah jenis bunga. Para peneliti punya persepsi bahwa yang selama ini dipercaya sebagai bunga dari surga ini adalah telur hewan Green Lacewings. Hewan ini memang mempunyai telur unik berupa sulur putih mirip jamur, selain itu telur ini biasanya menempel pada ranting dan dedaunan pohon. Jika dilihat lebih jeli, keduanya memang mempunyai kemiripan. Apakah Udumbara dalam mitos selama ini adalah telur hewan ini?

Saboom, tidak semua mitos, berita dari mulut ke mulut, atau kepercayaan nenek moyang bisa dipercaya ya, terlebih zaman modern semua dibuktikan dengan sains. Fenomena Bunga Udumbara mungkin bisa menjadi salah satu contohnya, meskipun belum ada ilmuwan yang berhasil memecahkan masalah ini, benar atau tidaknya silahkan ambil benang merahnya masing-masing. Masalah keberuntungan, semua membutuhkan kerja keras untuk hasil yang memuaskan.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Dulu Diminati Sekarang Sepi, Inilah 5 Alasan Mengapa BBM Mulai Ditinggalkan Penggunanya

Dulu Pernah Heboh dengan Listrik dari Kedondong, Kini Kampung Ini Gelap Gulita Kembali