Apa yang ada dipikiran kalian jika melihat pejabat narik becak? Mungkin biasa saja. Atau sedikit kagum. Lalu apa yang yang dipikiran Anda jika lihat aki-aki narik becak? Bisa jadi kasihan atau kagum, karena dengan tubuh renta masih bisa mengendarai becak, bahkan berisi penumpang.
Lalu, jika lihat bule naik becak? Mungkin sedikit heran, aneh atau Anda berpikir bule ini kurang kerjaan. Anda yakin? Coba simak ulasan berikut ini. Tentang bule yang hobi banget narik becak, melebihi abang-abang tukang becak beneran.
1. Siapa Bule Yang Suka Narik Becak Ini?
Sampai sekarang belum ada yang tahu identitas bule ini. Entah itu nama atau tempat tinggalnya. Bule ini benar-benar misterius. Menaiki becak seperti sepeda dan berkeliling ke mana-mana seperti jalan punya sendiri.
2. Di mana Bule Super Misterius Itu Suka Muncul?
Seorang saksi mata mengatakan melihat si bule saat acara CFD di daerah Pancoran, Jakarta. Gambar yang diabadikan akhirnya menjadi kehebohan. Terlebih susah sekali mendapatkan info siapa si bule. Dari mana asalnya dan apa tujuannya?
3. Seperti Apa Becak Yang Dikendarai si Bule Nyentrik?
Becak yang dikendarai si bule bukanlah becak biasa. Tidak seperti yang dipakai abang-abang becak untuk mengantar ibu-ibu pulang dari pasar. Becak ini memiliki desain yang sangat unik. Bisa dibilang perpaduan becak dengan sepeda racing. Atau sederhananya becak yang dikendarai bule ini disebut becak racing.
4. Becak Yang Melambangkan Rasa Cinta Pada Indonesia
Satu lagi yang membuat bule dan becaknya ini nampak menarik. Benar. Seperti yang terlihat di gambar. Motif pada becak sangat dominan warna merah dan putih. Mulai dari penutup warna merah, area pada ban terdapat bendera merah putih. Bahkan rangka besi dari becak juga dicari dengan dwi warna ini. Sebagai pelengkap bule ini juga menambahkan klakson dari angkot yang tidak boleh beroperasi lagi di Jakarta.
Apa yang dapat kita pelajari dari kejadian di atas? Yap, benar! Rasa cinta tanah air. Ya walau kita tidak harus ikut-ikut narik becak kayak bule. Tapi bisa menggunakan cara yang lain. Bule saja cinta mati sama Indonesia, masa kita nggak?