Satu hal yang paling dinantikan oleh umat muslim saat bulan puasa apalagi kalau waktu berbuka. Setelah satu hari lamanya menahan lapar dan haus, akhirnya waktu bersantap pun tiba. Apalagi kalau bukanya bareng keluarga dengan makanan yang disuka, meski tak mahal namun hal itu sudah mirip surga dunia.
Bicara soal buka, ada yang berbeda di daerah-daerah Timur Tengah sana. Bagaimana tidak, lantaran sangat ingin merayakannya, sampai-sampai meriam pun digunakan sebagai tanda buka. Itu masih satu hal unik dari banyak lainnya yang ditemui di timur tengah masalah buka puasa. Biar gak penasaran, simak ulasan berikut.
Tembakan meriam tanda datangnga adzan Magrib
Kalau di Indonesia orang-orang menggunakan beduk sebagai tanda berbuka tiba, namun ada yang berbeda di daerah timur tengah. Bagaimana tidak, di daerah seperti Arab, Dubai dan Mesir, mereka menggunakan meriam raksasa sebagai penanda akan datangnya adzan. Tak tanggung-tanggung, meriam yang digunakan pun luar biasa besar, wajar kalau hampir penjuru kota mendengar dentuman yang luar biasa.
Gak perlu repot cari takjil, masuk ke salah satu rumah kamu bisa buka
Jika biasanya kita harus pergi ke masjid atau tempat-tempat pembagian takjil gratis jika ingin dapat buka, maka di salah satu negara timur tengah tak perlu repot-repot. Bagaimana tidak, pasalnya da sebuah tradisi unik berupa ‘kulkas’ gratis bagi siapapun yang hendak berbuka atau mencari makanan.
Calo buka puasa yang mungkin hanya ada di Madinah
Mungkin kita sudah tidak asing dengan betapa meriahnya Arab dalam menyelenggarakan buka puasa. Hampir di sekeliling masjid hingga jalan, banyak yang menyediakan takjil gratis buat para pengunjung. Saking ramainya acara buka di sana, sampai-sampai muncul profesi tak terduga yang bikin gelang kepala.
Garangao parade keliling kampung selepas buka puasa tiba
Satu lagi tradisi unik saat buka puasa tiba, namun yang ini ditemukan di Qatar. Disebut sebagai Garangao, biasanya dilakukan selepas magrib dan berbuka puasa. Umumnya yang melakukan tradisi ini pun adalah anak-anak yang dipakaikan baju tradisional.

Dengan membawa sebuah tas yang dihias sangat cantik, mereka berkeliling kampung sambil menyanyikan sebuah lagu dan memukul benda. Serupa dengan Halloween, pada anak-anak ini nantinya diberikan kacang hingga permen saat melewati rumah warga. Nah, dulu bukan permen yang digunakan, namun gandum atau nasi, tapi lantaran zaman sudah berubah maka tradisi pun ikut baru.
Gak kebayang ya bagaimanna meriahnya buka puasa di negara timur tengah sana. Apalagi kalau masalah makanan dipastikan terjamin dan gak akan kekurangan. Namun demikian, adanya tradisi bulan puasa ini jadi bukti bagaimana semaraknya merayakan bulan suci penuh berkah.