Untuk kebutuhan memasak sehari-hari, hampir semua ibu rumah tangga menggunakan wajan anti-lengket. Wajan ini bisa membantu kegiatan memasak lebih menyenangkan, pun saat dicuci tidak perlu keluar banyak tenaga. Bahkan, karena teknologi anti-lengketnya ini, menggoreng telur tanpa minyak pun bisa bagus dan tidak meninggalkan bekas.
Namun, ternyata di balik teknologi anti-lengketnya, sempat beredar kabar bahwa wajan ini bisa membahayakan kesehatan. Apakah benar begitu? Agar tidak salah kaprah, mari kita simak ulasan di bawah ini!
Panci wajan anti-lengket yang kita kenal selama ini
Kebanyakan wajan anti-lengket yang dimaksud di sini adalah teflon. Namun, sebelum kita masuk ke akibat dan bahaya teflon ini mari kita luruskan dulu beberapa fakta. Teflon bukanlah nama jenis panci atau wajan dengan gagang seperti yang selama ini orang yakini.
Tidak semua panci anti-lengket berbahan teflon ya
Nah, panci anti-lengket ini sendiri banyak sekali jenisnya loh. Mungkin yang paling kita kenal memang yang berbahan utama teflon (PTFE). Sekarang, banyak sekali panci anti-lengket yang mungkin lebih ramah daripada panci teflon, seperti yang berbahan pelapis keramik.
Gas yang dihasilkan teflon saat dipanaskan
Nah, yang membuat banyak orang berpendapat bahwa teflon berbahaya adalah gas yang ia hasilkan saat dipanaskan dalam jangka waktu yang lama dan juga berlebihan (panasnya). Dilansir dari hellosehat.com, pada suhu di atas 300 derajat Celcius, lapisan teflon pada peralatan masak anti-lengket mulai rusak, sehingga ia melepaskan bahan kimia beracun ke udara.
Partikel yang terkelupas bisa berbahaya kalau terkonsumsi
Coba deh perhatikan teflon yang kamu punya, pasti ada goresan dan sudah mengelupas jika ia terlalu sering dipakai. Nah, bagian yang mengelupas ini bisa membahayakan kesehatan kalau sering masuk dalam makanan dan terkonsumsi.
BACA JUGA: 5 Makanan Ini Tak Boleh Dibekukan Kembali Setelah Cair, Bisa Membahayakan Kesehatanmu
Tapi, enggak usah terlalu parno ya. Kalau memang kamu masih memakai panci anti-lengket yang berbahan teflon, maka kamu bisa akali dengan memasak menggunakan api kecil, pilihlah makanan yang mudah matang, usahakan dapurmu punya ventilasi (agar udara keluar), serta gosok dengan pelan saat membersihkannya. Kalau bisa sih membeli yang mahal enggak masalah, apalagi kalau punya sertifikat.