Orang tua harusnya menjadi sosok yang mampu mengajarkan anak pada kebaikan serta melindunginya. Karena di dunia ini pasti tidak ada satu pun orang tua yang tidak menyayangi buah hatinya. Sosok ayah dan ibu sudah sewajarnya akan melakukan segala cara demi kebahagiaan sang anak. Namun bagaimana jadinya bila justru ada orang tua yang tega-teganya melakukan hal tak semestinya pada anak, seperti ‘membunuh’?
Tentu sangat sulit dipercaya bila sampai ada orang tua yang berbuat demikian. Namun kasus tersebut benar-benar terjadi di daerah Sumatera Utara. Baru-baru ini ada berita mengejutkan tentang seorang ayah yang menendang balitanya hingga meninggal. Alasannya pun sangat sepele.
Suami istri awalnya bertengkar gara-gara nasi
Kasus yang terjadi di daerah Tanjung Tiram, Sumatera Utara itu berawal dari pertengkaran sepasang suami istri, yaitu Indra dan Maryamah. Pertengkaran tersebut sebenarnya dipicu oleh kondisi ekonomi keluarga kecil ini yang memang serba pas-pasan. Dan kebetulan malam itu menjadi puncak dari segalanya.
Kedua anak harus jadi korban kemarahan sang ayah
Cek-cok yang terjadi antara pasangan tersebut nampaknya memang sangat hebat. Pasalnya tiba-tiba Indra seperti tak sadarkan diri langsung menendang anak pertamanya, Muhammad Zairi yang masih berusia 3,5 tahun. Sontak balita kecil itu langsung terjatuh ke lantai dan mendapat luka lecet pada bagian kening kirinya.
Sebelum menendang sang anak, Indra sempat membasuh Rahmadan
Tentu tidak ada orang tua yang akan dengan sengaja menghilangkan nyawa sang anak, termasuk salah satunya adalah Indra. Suami dari Maryamah ini mengaku sangat menyesal akan perbuatan yang dia lakukan. Menurut cerita banyak orang, Indra adalah sosok ayah penyayang dan sangat baik pada semua buah hatinya. Tapi mungkin malam itu memang sang ayah sedang dalam tingkat emosional yang tak terbendung.
Setiap permasalahan yang ditangani dengan emosi tentunya tidak akan berakhir solutif. Contohnya saja kasus yang menimpa keluarga Indra dan Maryamah, siapa sangka hanya karena nasi nyawa seorang anak kecil harus melayang. Ironisnya ayah kandungnya lah yang sudah tertutup matanya sampai menyebabkan sang buah hati kesayangan pergi untuk selama-lamanya. Indra, ayah yang harusnya melindungi dan mengayomi, saat ini sudah berubah menjadi sosok yang menyakiti. Satu hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini adalah untuk dapat selalu mengendalikan emosi agar tidak merugikan anak istri.