in

Viral Aplikasi Raqib-Atid untuk Mencatat Amal Online, Begini Loh Fakta di Baliknya

Ramadan adalah bulan penuh berkah di mana ibadah yang dilakukan bisa berlipat-ganda pahalanya. Di bulan suci ini, semua muslim berlomba untuk melakukan berbagai macam kebaikan dan menghindari melakukan kejahatan. Mungkin, karena inilah kemudian ada istilah yang kita kenal dengan ‘setan dikurung’ saat Ramadan.

Nah, berkaitan dengan amal baik dan buruk ini, netizen baru-baru ini dihebohkan dengan aplikasi pencatat pahala dan dosa yang dilakukan selama satu hari full. Yap, aplikasi ini bernama Raqib Atid dan bisa diunduh melalui playstore secara gratis. Keberadaannya kemudian tak hanya menjadi trending saja, tapi juga menuai pro dan kontra. Berikut ini fakta yang bisa Boombastis.com simpulkan.

Penjelasan dari pembuat aplikasi ini

Aplikasi pencatat dosa secara manual ini dibuat oleh seorang netizen bernama Mahmud Fauzi. Ada dua kolom, yakni ‘pahala’ dan juga ‘dosa’ di mana setiap orang bisa mencatat sendiri apa saja hal baik dan buruk yang sudah mereka lakukan selama satu hari tersebut. Ternyata, aplikasi ini bukan dibuat semata karena gabut saja, ada alasan tersendiri yang diungkap oleh Mahmud Fauzi.

Raqib Atid [sumber gambar]
Melansir kompas.com, Mahmud Fauzi mengatakan kalau proses pembuatan aplikasi hanya memakan waktu 3 hari saja. Saat ditanya apa tujuan dari aplikasi itu, ia menjawab untuk introspeksi dan muhasabah diri, sehingga tujuan dalam deskripsi di apps tersebut—menjadi pribadi yang lebih baik bisa tercapai.

Komentar pro dan kontra terhadap aplikasi Raqib Atid

Seperti namanya, aplikasi ini juga persis dengan tugas dua malaikat pencatat amal yang kita kenal. Hanya saja, prosesnya dilakukan oleh diri sendiri secara jujur. Dalam aplikasi tersebut tertulis berbagai macam dosa seperti mencuri, durhaka kepada orang tua, berbicara kotor, gibah, ingkar janji, serta berbagai macam dosa lain.

Begitupun dengan pahala, mulai dari salat, mengaji Alquran, serta kebaikan lain bisa kamu temukan dan tulis sendiri. Keberadaannya juga memicu pro dan kontra. Ada yang mendukung keberadaan aplikasi karena bisa membuat seseorang sibuk berbuat baik, ada pula yang menganggap aplikasi Raqib Atid ini sia-sia dan tak berguna. Malah, saat amal baik ditulis, seseorang akan menganggap dirinya baik dan tak banyak melakukan dosa.

Aplikasi yang akhirnya ditarik dari Playstore

Mahmud Fauzi sendiri merupakan salah satu mahasiswa Teknik Fisika di salah satu perguruan tinggi. Ia membuat aplikasi ini karena ingin melakukan sesuatu di bulan Ramadan. Tapi, tampaknya yang ia dapat malah hujatan dan kata-kata kasar dari netizen yang dialamatkan ke email pribadinya, setelah aplikasi ini viral.

Ilustrasi orang beribadah [sumber gambar]

Mahmud akhirnya memutuskan untuk menarik Raqib Atid yang ia buat dari Playstore. Mahmud Fauzi sendiri melakukan ini karena tak ingin ada perdebatan yang berkepanjangan. Ia berharap bisa memperbaharui aplikasi tersebut setelah ia selesai melaksanakan ujian semester, tentunya dengan nama yang baru pula.

BACA JUGA: Ungkapan Tentang Setan yang Dibelenggu Saat Ramadan, Benarkah Demikian?

Meski pada dasarnya tujuan dibuatnya aplikasi ini adalah baik, untuk evaluasi dan muhasabah diri, nyatanya masih ada saja yang protes dan tak terima. Banyak pula yang berpendapat bahwa dengan adanya catatan kebaikan secara gamblang, bisa saja seseorang menganggap dirinya baik, meski mungkin melakukan dosa yang tanpa diketahui. Jadi, kalian setuju atau tidak dengan aplikasi ini Sahabat Boombastis?

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari ini, 12 Mei 2020

4 Bahaya Cetak Uang Ribuan Triliun Rupiah Meski Digunakan untuk Selamatkan Ekonomi