Wanita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling berpotensi menjadi korban kejahatan seperti penculikan hingga pemerkosaan. Di Indonesia sendiri misalnya, dalam catatan Komnas Perempuan di 15 tahun terakhir tercatat bahwa setiap 2 jam sekali satu orang wanita jadi korban pemerkosaan. Ini artinya dalam satu hari sudah 20 wanita mengalami kekerasan seksual. Begitu juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang menyebutkan bahwa pada tahun 2012 30% kasus kejahatan yang terjadi pada anak adalah kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Sungguh sebuah fakta yang memprihatinkan.
Lalu apakah kasus seperti ini akan terus terjadi? Tidak adakah tindakan untuk mencegahnya? Jawabannya adalah ada, selain dengan kemampuan melindungi diri sendiri bisa juga dengan sebuah alat. Ada 6 alat yang walaupun bentuknya aneh tapi diyakini bisa melindungi wanita dari pelecehan dan pemerkosaan, seperti :
Ketika bertemu untuk pertama kalinya dengan seorang wanita korban pemerkosaan, hati Dr. Sonnet Ehlers tergugah. Ia meratap sambil berkata “Andai saja di bawah sana (di organ vital) punya gigi.” Perkataan itu terpaku di pikiran Sonnet selama bertahun-tahun hingga akhirnya ia terinspirasi untuk membuat alat yang kini dikenal sebagai RapeX.
Femdefence adalah sebuah alat buatan seorang wanita Swedia yang berbentuk seperti tampon atau pembalut yang biasa wanita gunakan, hanya saja di dalamnya terdapat sebuah jarum. Ketika pemerkosaan terjadi, jarum bisa ditarik menggunakan tali di tampon tersebut dan melukai kemaluan pemerkosa. Gambaran yang cukup mengerikan bukan?
3 orang mahasiswa di University of Chennai, India membuat sebuah temuan yang pasti akan dibutuhkan oleh semua gadis. Namanya SHE atau Society Harnessing Equipment, sebuah lingerie yang dilengkapi dengan GPS yang disambungkan ke modul GSM dan sensor tekanan. Ketika lingerie tertekan terutama bagian dada, sensor akan menyala dan mengaktifkan GPS. Modul GSM juga akan mengirim pesan ke nomor darurat dan orang tua si pemakai lingerie. Tidak hanya itu, si pelaku kejahatan juga akan tersetrum dengan daya 3.800 kV.
Celana anti pelecehan ini dibuat di Thailand, tujuannya jelas untuk membuat pria hilang nafsu sehingga niat untuk melecehkan pun batal. Bentuknya seperti celana dalam biasa, hanya saja tampilan ketika dipakailah yang membuatnya unik. Wanita yang mengenakan celana ini akan tampak memiliki kemaluan seperti pria. Nah, masa ada pria mau menyerang wanita berkelamin pria?
Dengan cara yang nyentrik, Ira Sherman membuat sebuah alat yang bernama Impenetrable Devices. Di dalamnya ada sebuah bagian bernama The Injector, alat yang bisa menyuntikkan pewarna tato dan obat bius ke pelaku pelecehan. Ketika terkena alat ini, pelaku akan otomatis pingsan dan ditandai jadi dia tidak akan bisa lolos.
Di bulan Juni 2013, foto stoking berambut ini viral di berbagai sosial media. Foto yang asalnya dari Weibo, China ini katanya bisa melindungi wanita dari para pria mesum. Bagaimana tidak, jika dipakai stoking ini akan membuat kamu memiliki bulu kaki yang lebat. Hal itu konon bisa membuat pria akan jijik dan batal berbuat hal tidak senonoh.
Kejahatan seperti pelecehan, pemerkosaan hingga pembunuhan bisa terjadi di mana dan pada siapa saja. Kamu tidak pernah tahu, tapi setidaknya kamu memiliki persiapan untuk melindungi diri seperti dengan bela diri atau alat. Kalau misal alat-alat di atas benar dijual, apakah menurutmu bisa mengurangi angka korban pemerkosaan?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…