Setiap kali kita melihat video-video propaganda terorisme siapa pun dan di mana pun itu, mereka biasanya akan suka mengacung-acungkan senjata. Dan entah ini kebetulan atau tidak, namun yang jelas senjata yang mereka gunakan itu sama, yakni AK 47. Setelah ditelusuri, ternyata memang ada alasannya kenapa para teroris kelas wahid menggunakan senjata buatan seorang pria Rusia bernama Mikhail Kalashnikov ini.
Baca Juga: 5 Perahu Kuno Buatan Kerajaan Nusantara ini Pernah Digunakan Untuk Menjelajah Dunia
Ya, kalau dilihat dari sejarahnya, AK 47 ini memang senjata gila. Ia memiliki berbagai macam keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu senjata tertua yang tetap bertahan hingga hari ini. Bahkan AK 47 sendiri bisa dibilang menjadi senjata serbu yang paling banyak diproduksi. Awalnya, senjata ini hanya dipakai oleh Soviet. Namun, ketika negara besar itu pecah, senjata ini pun tersebar ke seluruh dunia dan dikembangkan di banyak negara.
Senjata ini mungkin sudah membunuh jutaan orang. Si pembuatnya sendiri pernah mengungkapkan penyesalannya karena telah menciptakan senjata kematian ini. “Kalau tahu begini jadinya, lebih baik aku buat mesin pemotong rumput saja,” begitu ungkap Mikhail. Terlepas dari semua sejarah dan penyesalan si empunya, inilah keunggulan AK 47 yang membuatnya jadi senjata andalan.
Tak dipungkiri banyak senjata hebat di luar sana, namun satu kekurangan mereka. Ya, harga per unitnya sangat mahal. Misalnya, MI6 yang harga per pucuknya bisa mencapai $673. Lalu bagaimana dengan AK 47? Ya, sudah jelas senjata ini dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah.
AK 47 mungkin murah, namun soal daya hancur jangan tanya. Ia punya kemampuan yang gila. Bahkan jika dihitung dari joule atau energinya, senjata ini lebih unggul beberapa ratus poin dari senjata sekelas M16.
M16 adalah saingan berat AK 47 sejak lama. Senjata ini banyak dipakai kesatuan lantaran memiliki banyak keunggulan. Misal salah satunya adalah akurasinya yang tinggi. Meskipun demikian, jika dibikin semacam head to head dengan Ak 47, M16 memiliki banyak kelemahan.
AK 47 punya level ketahanan yang super gila. Kalau tidak demikian, tak mungkin senjata ini sampai dipakai hampir oleh semua negara-negara di dunia. Bahkan rumor mengatakan jika senjata ini bisa bertahan dalam kondisi apa pun. Lembab, kering, salju dan sebagainya.
Tujuan utama AK 47 dibuat adalah agar mudah digunakan, dan memang pada kenyataannya, senjata ini bisa dibilang sebagai senapan yang paling mudah dipakai. Menurut rumor, hanya butuh sekitar satu jam sama bagi seorang pemula untuk bisa langsung menguasai senjata ini. Hal tersebut menunjukkan jika AK 47 memang punya level adaptasi tinggi, tak seperti kebanyakan senjata yang lain.
AK 47 mempunyai mekanisme bongkar pasang yang tak rumit. Mengingat senjata ini dibuat di tahun 1947 di mana teknologi saat itu masih sederhana. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi kemampuan mematikan senjata ini. Karena mekanisme bongkarnya yang gampang, maka tak butuh waktu lama untuk bisa merakit senjata ini mulai dari yang bagian paling kecil.
Baca Juga: 7 Motor ini Jadi Andalan Pemuda Indonesia Gaet Pasangan Jiwa, Kamu Harus Punya!
Sudah sangat jelas kenapa senjata ini jadi favorit kalau dilihat dari deretan keunggulan di atas. Digunakan sekitar 100 juta orang dan tersebar di 106 negara rasanya sudah jadi bukti yang lebih dari cukup betapa senjata ini memang memenuhi ekspektasi penggunanya. Murah, mudah, mematikan dan gila.
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang bocah kecil bermain skuter sendirian di tengah…
Dunia sepakbola Indonesia sedang geger-gegernya. Jelang lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di…
Aktor laga Sandy Permana, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron kolosal, ditemukan tewas dengan luka…
Hampir setiap hari masyarakat Indonesia mengernyitkan dahi dengan kasus-kasus absurd tapi nyata yang hadir di…
Kasus memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di Medan, Sumatera Utara, ketika seorang siswa…
Ketika banyak orang berharap 2025 lebih baik dari sebelumnya, awal tahun ini justru diawali dengan…