feature image
Sebagai muslim kita sering sekali mendengar larangan tentang ini dan itu. Ke mall haram, makan di McD haram, pake baju model tertentu haram, nonton film Hollywood haram, dengan segala macam larangan lainnya yang terkadang membuat kita sebagai muslim menjadi sedikit bertanya-tanya.
Baca Juga : 5 Orang Yang Makin Terkenal Justru Setelah Meninggal
Kenapa agama ini begitu banyak aturan? Mengapa begitu banyak larangan? Mengapa seolah-olah muslim begitu terkungkung dan tidak mencoba berbagai hal yang baru dan menarik? Banyak sekali penjelasan ulama tentang mengapa sesuatu itu diharamkan. Kebanyakan menjelaskan tentang manfaat dan mudharatnya yang dilihat dari segi ekonomi, segi kesehatan, segi sosial, dan dari segi lainnya.
Segala penjelasan ini mungkin sudah kita baca dan kita yakini kebenarannya. Tetapi saya tertarik untuk melihat dari sudut pandang berbeda. Saya merasa Islam justru adalah agama yang ‘memperbolehkan’ banyak hal, bahkan tingkat ‘kebolehannya’ hingga hampir 99%.
Ambil contoh makanan haram seperti babi, bangkai, atau hewan pemangsa (seperti singa, harimau, dll). Ada berapa daging yang diharamkan oleh Islam? Kalau mau kita hitung dengan jujur dan seksama, mungkin daging yang dilarang untuk dimakan oleh Islam, jauh lebih sedikit ketimbang yang tidak boleh. Paling tidak, dari seluruh jumlah hewan yang boleh dimakan di dunia ini, persentase hewan yang tidak boleh dimakan oleh muslim tidaklah sampai 1% !
Begitu juga dengan minuman. Muslim hanya tidak boleh meminum alkohol. Bayangkan jika Allah SWT membolehkan meminum Alkohol tetapi melarang meminum susu atau madu, atau bahkan melarang air putih? Jumlah minuman yang boleh diminum umat muslim bahkan mencapai 99% dari aneka cairan yang dapat diminum manusia.
Bagaimana dengan Sholat? Kenapa muslim harus menghabiskan waktunya setiap hari untuk sholat 5 waktu? Bukankah itu menghabiskan waktu efektif kita?
Jika kita mau menghitung, waktu sholat yang kita habiskan perhari mungkin hanya 25-30 menit perhari. Itu bahkan hanya 0,017% dari waktu kita sehari yaitu 24 jam!
Kewajiban mengeluarkan harta bagi muslim adalah 2,5% dari penghasilannya selama setahun. Itu jauh lebih kecil dari bunga Bank, atau pajak pendapatan yang diambil oleh negara. Nilai 2,5% ini bahkan lebih kecil dari uang nongkrong di cafe atau beli rokok.
Nah, bagaimana dengan pakaian? Islam sering dituduh dengan adanya pembatasan cara berpakaian. Tetapi cara berpakaian memang merupakan simbol budaya dan peradaban. Telanjang adalah milik kaum jaman batu. Jika orang modern berpikir pakaian minim adalah simbol modernitas, maka mereka sesungguhnya sama terbelakangnya dengan kaum jaman batu.
Jika kita lihat gambar-gambar figur agama lain, seperti halnya bunda Maria di dalam Kristen, beliau selalu digambarkan berbusana tertutup dan berkerudung pula. Saya secara pribadi belum pernah menemukan gambar Bunda Maria yang diilustrasikan dengan busana macam-macam. Ini menandakan, busana yang tertutup memang melambangkan kesopanan, kehormatan, dan kerendahan hati.
Mengenai larangan berpakaian ini dan itu, sebenarnya negara-negara maju di Eropa seperti Perancis pernah menerapkan aturan berpakaian juga loh. Ada aturan yang melarang wanita menggunakan celana panjang di Paris. Dan aturan yang sudah berusia 200 tahun lebih ini baru dihapus pada tahun 2013!
Rasulallah SAW sendiri sebagai panutan umat Islam sedunia, konon adalah orang yang paling sering berkata ‘YA’ untuk berbagai macam hal dan permintaan. Beliau mengiyakan pengampunan saat syariat menetapkan hukuman. Beliau mengiyakan diplomasi saat perang bisa menjadi pilihan. Beliau bahkan membiarkan orang beragama lain untuk beribadah menurut ajaran mereka, saat Islam menjadi penguasa di jazirah Arab.
Konon beliau membiarkan saja praktik ibadah yang dilakukan oleh agama lain meskipun ibadah itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang Islam. Ambil contoh, konon menurut Ibnu Qayyim, Rasulallah membiarkan (tidak mengutuk) saja praktek incest (menikah anggota keluarga sendiri seperti adik, kakak, atau ibu) yang dilakukan penganut agama Zoroaster pada masa beliau. Juga Rasulallah SAW membiarkan saja penganut agama lain untuk melakukan apa yang mereka mau (yang diharamkan dalam Islam) di rumah-rumah mereka, selama tidak melakukannya di depan umum. Betapa toleran dan bijaksananya beliau!
Baca Juga : 5 Guyonan Yang Bikin Masuk Penjara
Jadi kesimpulannya, sebagai muslim kita harus bersyukur bahwa Allah SWT telah melimpahkan banyak rahmat yang tidak mungkin kita hitung. Yang Allah SWT haramkan justru dapat kita hitung dengan mudah. Islam adalah agama yang mudah, dimudahkan, dan dapat dibuat mudah, selama kita mau berpikir dan membuka hati serta akal kita. Yuk, berpikir! “Maka nikmat Allah mana lagikah yang kau dustakan?” (QS. Ar-Rahman 13)
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…